in

Derby Jateng Ditolak Sana-sini, Panpel PSIS Pasrah

Duel sesama tim Jawa Tengah (Derby Jateng) itu dijadwalkan digelar Kamis (14/3/2024) mendatang.

Derby Jateng antara PSIS vs Persis di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (17/2/2023) berakhir imbang 1-1. (foto: jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSIS Semarang belum juga mendapat venue stadion untuk menjamu Persis Solo pada pekan ke-29 BRI Liga 1 2023/2024. Duel sesama tim Jawa Tengah (Derby Jateng) itu dijadwalkan digelar Kamis (14/3/2024) mendatang.

Ketua Panpel PSIS, Agung Buwono mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan untuk mencari stadion alternatif di saat masih berlangsungnya renovasi Stadion Jatidiri. Panpel juga sudah melakukan upaya untuk mencari alternatif stadion seperti di Stadion Moch Soebroto Magelang, Stadion Sultan Agung Bantul, Stadion Manahan Surakarta, Stadion Brawijaya Kediri, hingga Stadion Gelora Bangkalan Madura.

“Per hari ini Panpel sudah mencoba berkomunikasi untuk persiapan pagelaran pertandingan lawan Persis di berbagai lokasi dan belum membuahkan hasil. Di antaranya di Magelang pihak keamanan tidak mengeluarkan rekomendasi karena dengan pertimbangan infrastruktur kurang memadai untuk laga bigmatch,’ kata Agung Buwono, Minggu (10/3/2024).

Seperti di Bantul, Panpel dan Manajemen PSIS sudah menghadap ke Bupati Bantul. Selain itu, di Surakarta, Panpel juga sudah melakukan komunikasi tatap muka langsung dengan pihak keamanan dan dinas terkait untuk pemakaian Stadion Manahan.

Di beberapa kota lainnya pun sama, Panpel PSIS juga sudah mencoba melakukan komunikasi dengan beberapa pihak terkait seperti pihak keamanan dan pengelola stadion. Namun semuanya tidak memberikan rekomendasi untuk menggelar pertandingan PSIS vs Persis di wilayah tersebut.

“Kemudian di Bantul, Pemerintah Kabupaten tidak memberikan rekomendasi penggunaan karena trauma terhadap laga big match saat Persija menghadapi Persebaya beberapa tahun silam. Kalau di Solo pada tanggal yang sama sudah dibooking PSS Sleman lebih awal,” tutur Agung Buwono.

Panpel PSIS juga sudah mencoba untuk mengajukan perubahan jadwal menjadi tanggal 17 dan disetujui pengelola Stadion Manahan, namun pihak keamanan tidak merekomendasikan karena faktor keamanan.

“Kami juga ajukan Stadion Brawijaya Kediri, namun pihak keamanan merekomendasikan pertandingan tanpa penonton. Ini justru akan menyulitkan pertandingan di sana dengan menimbang beberapa macam risiko seperti masih dekatnya jarak Kediri ke Semarang dan Solo,” lanjut Agung.

Stadion Gelora Bangkalan

Sementara hingga Minggu (10/3) sore, Panpel PSIS masih mencoba untuk berkomunikasi dengan pihak terkait seperti Pj Bupati Bangkalan dan pihak keamanan yang menaungi wilayah Stadion Gelora Bangkalan.

“Sampai hari ini kami sedang berkomunikasi dengan Pemkab Bangkalan untuk meminta izin penggunaan Stadion Gelora Bangkalan dan pihak keamanan. Ini merupakan pilihan terakhir, mohon doa teman-teman semua,” tutup Agung.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa panpel telah bekerja keras untuk mencari stadion alternatif supaya suporter PSIS bisa menyaksikan laga PSIS vs Persis.

Namun dengan fakta lapangan yang ada, apabila di Bangkalan tidak dapat dilaksanakan pertandingan juga, maka manajemen dan panpel PSIS akan menyerahkan sepenuhnya ke PT. Liga Indonesia Baru (PT.LIB) sebagai operator liga untuk menggelar pertandingan PSIS vs Persis.

“Jika Bangkalan tidak dapat memberi rekomendasi. Kami akan serahkan sepenuhnya ke PT. LIB untuk menggelar pertandingan PSIS vs Persis,” ucap Yoyok Sukawi. (*)

 

 

 

 

Tri Wuryono