in

Demonstran Robohkan Pagar Gerbang DPRD Jateng, Dua Orang Dibawa Ambulans

SEMARANG (jatengtoday.com) – Dua orang dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans setelah ribuan demonstran yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja merobohkan pagar gedung DPRD Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (7/10/2020). Mereka yang dibawa ke rumah sakit, satu dari aparat kepolisian, dan satu lagi demonstran.

Awalnya, barisan massa di bagian depan dari berbagai elemen termasuk mahasiswa, berpegangan ke pagar. Pagar itu digoyang-goyang hingga tidak kuat menahan dan akhirnya roboh. Setelah roboh, seribuan demonstran yang datang tampak bersorak.

Tindakan anarkis itu membuat salah satu anggota Resmob Polrestabes Semarang mengalami luka di bagian kaki karena tertimpa pagar. Di antara massa aksi, ada juga seorang perempuan yang berdarah di bagian kepalanya. Mereka dievakuasi tim medis dan dibawa menggunakan ambulans.

Meski gerbang sudah roboh, para demonstran tetap tidak bisa masuk ke gedung DPRD Jateng. Ratusan aparat kepolisian yang membawa alat pelindung menghadang massa. Water cannon pun disiapkan untuk berjaga-jaga.

Demonstran tetap bertahan di luar. Mereka secara bergantian meneriakkan orasi penolakan pengesahan UU Cipta Kerja. Mereka mengaku kecewa karena UU Cipta Kerja yang dinilai merugikan kalangan pekerja disahkan tanpa mendengarkan aspirasi rakyat sehingga harus segera dibatalkan.

Demonstran sebenarnya sudah ditemui oleh anggota Komisi C DPRD Jateng dari Fraksi Demokrat Bambang Eko Purnomo. Tapi ditolak karena ingin bertemu dengan perwakilan dari seluruh partai politik yang duduk sebagai legislator.

Polda Tak Beri Izin Aksi

Aksi seribuan massa di depan gedung DPRD Jateng tersebut ternyata tidak mendapat izin dari pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menjelaskan, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin terhadap aksi unjuk rasa atau izin keramaian.

“Termasuk, tidak memberikan izin terhadap aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja guna mencegah penularan Covid-19,” jelasnya.

Dikatakan, sebelumnya, pihaknya melalui tim negosiator mencoba berdialog dengan koordinator aksi unjuk rasa untuk membatalkan aksinya.

“Jika tetap melakukan aksi unjuk rasa maka pihak kepolisian akan tetap melakukan tugas sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan, jajaran kepolisian dari Polrestabes Semarang dibantu Polda Jateng sudah menggelar kekuatan untuk pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan kalangan buruh di kantor gubernur dan DPRD Jateng. (*)

editor: ricky fitriyanto