in

Dampak Siklon Charlotte, Cuaca Ekstrem hingga Gelombang Tinggi di Jawa-Bali

Selain hujan intensitas sedang hingga lebat, dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan berupa angin kencang.

Ilustrasi. Awan mendung terlihat dari kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada 28 Januari 2022. (antara foto/aprillio akbar)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Siklon tropis Charlotte terus menjauhi wilayah Indonesia, namun dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

“Hujan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang di beberapa wilayah provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat,” kata Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto dalam keterangan tertulis, Senin (21/3/2022).

Guswanto menjelaskan selain hujan intensitas sedang hingga lebat, dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan berupa angin kencang juga berpotensi terjadi di Lampung bagian selatan, Selat Sunda Banten, DKI Jakarta, dan Perairan selatan Jawa.

Tinggi gelombang laut dengan ketinggian moderate atau 1,25-2,5 meter juga berpotensi terjadi di Laut Jawa, Perairan selatan Pulau Lombok hingga Pulau Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat serta Samudera Hindia selatan NTT.

Sedangkan tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Bali, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB.

Peta pergerakan siklon tropis Charlotte. (antara/bmkg)

Selain itu, juga perlu diwaspadai potensi gelombang alun atau swell penyebab banjir pesisir di wilayah Perairan selatan Jawa serta Bali-Lombok-Pulau Sumbawa.

Siklon tropis Charlotte merupakan sistem siklon tropis yang terbentuk dari sistem bibit siklon 93S sejak Kamis (17/3) yang mulai terbentuk di sekitar Nusa Tenggara Timur.

Siklon Tropis Charlotte mulai terbentuk di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa Timur, tepatnya di 14.6LS dan 112.3BT dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 40 knots (75 km/jam) dan tekanan udara minimum di pusatnya sekitar 996 hPa.

Mengingat lokasi pertumbuhan Siklon Tropis Charlotte sudah berada di wilayah tanggung jawab Australia, sistem penamaannya dirilis oleh TCWC Australia.

Baca Juga: Bibit Siklon 95S Terdeteksi di Laut Arafuru, Sejumlah Wilayah Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem

Selain Siklon tropis Charlotte, BMKG juga memantau adanya bibit siklon tropis 91B di Laut Andaman sebelah utara Aceh, tepatnya di 12.1 LU dan 94.9 BT dengan kecepatan angin maksimumnya sekitar 30 knots (54 km/jam) dan tekanan udara minimum di pusatnya sekitar 998.9 hPa dengan pergerakan sistemnya ke arah utara.

Dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan dari keberadaan bibit siklon tropis 91B terhadap kondisi cuaca di Indonesia adalah hujan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang di beberapa wilayah di provinsi Aceh.

Tinggi Gelombang 1.25 – 2.5 meter atau moderate berpotensi terjadi di Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Perairan utara Pulau Sabang. Sedangkan tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter (Rough Sea) berpotensi di Selat Malaka bagian Utara, Samudera Hindia barat Aceh hingga Nias serta gelombang alun penyebab banjir pesisir di wilayah Samudera Hindia barat Aceh hingga Pulau Nias. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.