in

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin.

Ilustrasi. Awan hitam menyelimuti langit Jakarta, Kamis (4/11/2021). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

JAKARTA (jatengtoday.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terjadinya peningkatan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan.

Berdasarkan keterangan resmi BMKG yang dilihat pada Minggu (9/10/2022), hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan, kemudian aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti MJO (Madden Jullian Oscillation) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin juga secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprediksikan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 9-15 Oktober 2022 di 32 provinsi.

Selain itu, untuk periode tiga hari ke depan (8-10 Oktober 2022), berdasarkan Prakiraan Berbasis Dampak, wilayah berpotensi terdampak hujan lebat dengan kategori siaga perlu diwaspadai di sebagian wilayah Aceh, sebagian wilayah Banten, sebagian wilayah DKI Jakarta, sebagian wilayah Jawa Barat, sebagian wilayah Jawa Tengah, sebagian wilayah Jawa Timur, sebagian wilayah Kalimantan Barat, dan sebagian wilayah Sulawesi Tengah.

Awan Cumulonimbus

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) di wilayah udara Indonesia pada 8-14 Oktober 2022.

Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75% (OCNL/Occasional) selama 7 hari ke depan diprediksi terjadi di: Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, Samudera Hindia selatan Pulau Jawa hingga barat Pulau Sumatera.

Selanjutnya, sebagian kecil Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua, sebagian besar Pulau Kalimantan, Kepulauan Maluku, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Seram, Laut anda, Laut Aru, Samudera Pasifik Utara Pulau Papua.

Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial >75% (FRQ/Frequent) selama 7 hari ke depan diprediksi terjadi di Laut Cina Selatan. (*)

Tri Wuryono