in

Bukan Pertamini, Ini SPBU Mini Pertamina yang Asli

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pertamini dianggap bukan pom bensin mini resmi milik Pertamina. Pertamina sudah punya mini outlet SPBU yang tersebar di kawasan pedesaan. Yakni Pertashop.

Pjs Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Jawa Bagian Tengah (JBT), Marthia Mulia Asri mengatakan Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur bahan bakar di tengah desa yang secara resmi dikelola Pertamina.

“Selain telah memenuhi aspek legalitas usaha, Pertashop juga dipastikan memenuhi aspek keselamatan kerja, sehingga sangat aman untuk dioperasikan oleh masyarakat,” ungkapnya, Kamis (19/11/2020).

Saat ini, sudah ada 70 Pertashop yang tersebar di 62 desa di Jawa Tengah dan 8 desa di DIY dari 25 kabupaten.

Selain mendekatkan sumber penyaluran energi yang aman, kehadiran Pertashop digadang-gadang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap jumlah Pertashop akan semakin bertambah, utamanya di desa-desa yang belum terjangkau SPBU,” katanya.

Pihaknya telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO) atau satu desa/kecamatan tersedia satu outlet Pertashop. Untuk mendukung program tersebut, pihaknya telah mengajak partisipasi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di wilayah kerjanya.

“Secara resmi telah kami surati kepada bupati dan walikota di Jateng dan DIY sebagai sosialisasi. Kami berharap mendapat respon positif sehingga banyak desa yang akan mengajukan pembangunan Pertashop di wilayahnya,” paparnya.

Daftar Pertashop

Pertamina membuka peluang kemitraan kepada para pengusaha yang berminat membuka Pertashop. “Sama seperti SPBU, pengusaha juga memiliki peluang untuk berinvestasi sebagai lembaga penyalur BBM kepada masyarakat, kali ini dalam skala kecil berupa Pertashop yang harganya realtif lebih rendah ketimbang SPBU,” terangnya.

Investasi terendah diberi harga kurang lebih Rp 250 juta untuk perangkat modular Pertashop. Nilai tersebut belum termasuk lahan dan ongkos kirim yang disiapkan pengusaha.

“Bisnis Pertashop cukup menjanjikan, setidaknya penjualan per hari antara 400 liter bahkan hingga 1 kiloliter seperti yang terjadi di Pertashop Sleman,” tandasnya. (*)

editor: ricky fitriyanto

Ajie MH.