in

Banyak Warga Golput, KPU Pemalang Dorong Partisipasi Masyarakat

PEMALANG (jatengtoday.com) – Kabupaten Pemalang memiliki total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1.122.858 orang dalam Pesta Demokrasi 17 April 2019 mendatang. DPT tersebut tersebar di 4.681 TPS, berada di 14 kecamatan dan 222 desa/kelurahan. Namun tingkat partisipasi masyarakat di daerah tersebut terbilang rendah.

Hal itu diungkapkan saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah melibatkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang dalam pengecekan kesiapan dan Supervisi Pengelolaan Logistik Pemilu 2019 di sejumlah KPU Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 28-30 Januari 2019.

Ketua KPU Kabupaten Pemalang, Mustaghfirin, mengakui kondisi tersebut. Untuk partisipasi masyarakat dalam pemilu ini, pihaknya mengikuti target KPU RI, yakni 77,5 persen. “Kami berusaha semaksimal mungkin walaupun kemarin saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah kategorinya rendah, yakni 58 persen,” kata Mustaghfirin, Rabu (30/1/2019).

Dikatakannya, nilai 58 persen saat Pilgub tersebut sebenarnya telah mengalami kenaikan cukup lumayan. “Sebab, pemilihan gubernur dan wakil gubernur sebelumnya hanya 50 persen. Sehingga nilai itu sudah ada kenaikan 8 persen. Maka untuk Pemilu 2019 ini, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga bekerjasama dengan Dispendukcapil untuk menangani persoalan warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. “Selama ini kami masih melakukan pemeliharaan. Koordinasikan apabila ada warga yang memenuhi syarat untuk menjadi pemilih dan saat ini belum masuk DPT, maka akan kami masukkan ke Daftar Pemilih Khusus (DPK). Akan tetapi sampai saat ini jumlahnya tidak banyak. Bahkan ini laporan dari bawah masih kami tunggu,” katanya.

Saat ini, pihaknya sedang proses penyiapan logistik Pemilu. Di Kabupaten Pemalang, kata dia, akan menggunakan tiga gudang untuk penyimpanan logistik pemilu.

Dia mengaku tidak ada kendala berarti selama proses penyiapan logistik ini. Semua telah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sementara anggota KPU Jateng, Putnawati mengatakan, pihaknya telah keliling di empat kabupaten/kota, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

“Kami memastikan kondisi logistik untuk persiapan pelaksanaan Pemilu 2019 aman. Mulai dari ATK, kotak bilik, gedung atau gudang yang digunakan untuk menyimpan logistik aman dari rayap. Aman dari banjir, dan aman dari kebocoran,” katanya.

Terkait antisipasi agar tidak tertukar, pihaknya meminta KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan pemetaan wilayah secara detil. “Teknisnya bahwa agar tidak terjadi tertukarnya surat suara, maka kami arahkan tempatnya disendirikan (dipisah). Masing-masing dapil dipisah sendiri-sendiri. Agar bisa meminimalisasi terjadinya surat suara tertukar. Ini perlu kontrol petugas yang sangat ketat,” katanya.

Setelah kertas suara terlipat, lanjut Puput, sapaan akrab Putnawati, nanti ada mekanisme pengepakan dan mekanisme pengecekan. “Itu untuk memastikan apakah di dapil ini sudah benar atau belum, mengenai jenisnya, jumlahnya, ini nanti akan dicek oleh PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara). Kontrol terakhir ada di KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara),” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto