in

Bahasa Jawa Mendunia, Bule Ketagihan Logat Medhok

SEMARANG (jatengtoday.com) – Fenomena yang cukup menarik belakangan ini adalah populernya orang mancanegara menguasai Bahasa Jawa. Terutama di linimasa Youtube. Para bule mahir menggunakan bahasa dengan logat khas Jawa medhok.

Tidak hanya di YouTube, tetapi juga Instagram, Line, dan WhatsApp. Mereka mencuri perhatian netizen Indonesia. Bahkan sempat menjadi trending di YouTube.

Mereka konsisten menggunakan Bahasa Jawa mengalahkan warga Indonesia, terutama yang asli Jawa. Bahkan banyak generasi muda sekarang pelan-pelan cenderung meninggalkan tradisi-budaya Jawa sebagai peninggalan nenek moyangnya sendiri.

Jatengtoday.com merangkum sejumlah sosok orang mancanegara yang ternyata sangat mahir berbahasa Jawa. Siapa saja mereka?

1) Dave Jephcott

Dave Jephcott (YouTube)

Dunia maya belakangan ini “keracunan” Bahasa Jawa yang dibawakan oleh Dave Jephcott, si Bule Australia. Bagi YouTuber, pemilik akun “Londo Kampung” ini tidak asing lagi. Penggemarnya didominasi orang Jawa Indonesia.

Hingga Sabtu (22/9/2018), akun channel YouTube “Londo Kampung” yang memiliki ciri khas kontens video berbahasa Jawa, baik berisi vlog dan prank ini telah memiliki 911.345 subscriber.

Penampilannya yang fresh, bersahaja, usil, dan tentu saja lucu, kerap membuat para penggemarnya terpukau. Terutama bagi yang pertama kali menontonnya. Sebab, muncul kontradiksi dari penampilannya yang bule tulen, ternyata menggunakan Bahasa Jawa super medok.

Di Indonesia, ia tinggal di Kota Surabaya. Usut punya usut, bule yang akrab disapa “Cak Dave” (dieja pakai Bahasa Jawa), sejak umur dua tahun ia telah tinggal di Surabaya bersama kedua orang tuanya yang bekerja sebagai dosen di sebuah kampus di kota tersebut.

Cak Dave menikahi penduduk setempat bernama Santi Novia. Saat ini memiliki seorang bayi mungil laku-laki yang diberinama Aragorn Jawa Cillian Jephcott. Bahkan anak pertamanya yang kerap disapa “Jago” ini kerap turut nongol di beberapa video unggahan si Londo Kampung.

Dalam kontens video vlog-nya, Cak Dave kerap mengangkat sejumlah tempat wisata di Jawa Timur, hingga Australia. Keusilannya sering ‘mengerjai’ warga Indonesia dengan video prank berbahasa Inggris. Begitu orang yang dikerjai gelagapan, Cak Dave menimpali pakai Bahasa Jawa medok.

Sebaliknya, ketika di Australia, Cak Dave “mengerjai” bule di sana menggunakan Bahasa Jawa. Tentu saja, para bule di sana plonga-plongo.

2) Megan Colleen O’Donoghue

Seniman AS, Megan O’Donoghue yang mahir menyinden (Dok: Megan O’Donoghue)

Wanita cantik bernama Megan Colleen O’Donoghue adalah seorang seniman dari Amerika Serikat. Penampilannya tidak lazim seperti bule-bule kebanyakan. Sebab, ia kerap tampil di atas panggung wayang sebagi sinden Jawa.

Tidak hanya mahir berbahasa Jawa, bahkan menguasai ilmu sinden. Ia sempat belajar di Solo setelah mengagumi musik tradisional terutama sinden dan gamelan Jawa. Di Amerika, kebudayaan dan kesenian Indonesia menjadi salah satu topik yang banyak mendapat apresiasi. Bahkan dipelajari di berbagai sekolah maupun universitas di Amerika.

Maka tidak jarang, seniman Amerika menguasai alat tradisional gamelan Jawa, keroncong, dan menyinden. Setelah lulus kuliah dari Cornish College of the Arts di Seattle 2008 silam, Megan memutuskan untuk mengikuti program Darmasiswa di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Kurang lebih selama satu tahun, perempuan kelahiran 1984 ini menimba ilmu di Institut Seni Surakarta (ISI) di Solo, mengambil jurusan karawitan. Ia harus memelajari berbagai unsur kesenian Jawa mulai alat musik gong, saron, demung, gender, bonang, kendang, rebab, hingga cara menyanyikan menggunakan Bahasa Jawa.

Salah satu gurunya adalah mendiang maestro sinden, Nyi Supadmi. Megan ngekos di rumah Nyi Supadmi kala itu. Sosok Megan ini juga sempat menyedot perhatian publik di YouTube, karena ia kerap tampil menggelitik, lucu, dan menghibur saat “dikerjai” sejumlah dalang kondang seperti almarhum Ki Enthus Susmono.

3) Jang Hansol

Jang Hansol (instagram)

Pria bernama Jang Hansol berpenampilan mirip bintang serial drama atau Boy Band Korea. Ketampanan dan keakrabannya menyapa warga netizen melalui video vlognya, kerap membuat cewek Indonesia klepek-klepek.

Ternyata pria asal Korea, pemilik akun YouTube Korea Roemit ini sangat mencintai budaya Indonesia. Tak kalah dengan Cak Dave si Londo Kampung, Hans—sapaan akrabnya, ini menjadi salah satu orang Korea yang telah mendarah daging dengan Bahasa Jawa. Logatnya juga sangat medok khas Jawa Timuran.

Ia memang pernah tinggal Kota Malang, Jawa Timur sejak 1998. Kontens video Hans rata-rata adalah orang Indonesia. Hingga Sabtu (22/9/2018), channel Korea Reomit ini memiliki 360.594 subscriber.

Namanya populer di YouTube karena kemampuannya menggunakan Bahasa Jawa logat medhok. Selama 14 tahun, Hans tinggal di Kota Malang Jawa Timur bersama keluarganya. 2 tahun di Jakarta. Totalnya 16 tahun di Indonesia.

Tidak main-main, popularitasnya dalam mengangkat Bahasa Jawa di kancah international membuat Hans ditemui Presiden RI Joko Widodo di Korea Selatan.

4) Kirrilly McKenzie

Kirrilly McKenzie bersama teman-temannya dalam adegan video drama “Sri Ngilang”. (YouTube)

Bahasa Jawa termasuk dalam sepuluh besar bahasa paling populer di dunia. Salah satu kampus, Australia National University (ANU) di Australia, menjadikan Bahasa Jawa sebagai salah satu mata kuliah yang harus ditaklukkan bagi mahasiswa di sana.

Salah satu wanita bernama Kirrilly McKenzie sempat membuat netizen Indonesia terpukau. Pasalnya, ia membuat karya drama berbahasa Jawa. Video itu sebagai tugas akhir dari mata kuliah kala menimba ilmu di Australia National University. Ia adalah alumni program Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), dan juga member aktif dari Asosiasi Pemuda Australia Indonesia di ACT.

Video drama berdurasi 27:51 menit, berjudul “Sri Ngilang” itu sempat viral. Untuk membuat drama tersebut, ia sempat tinggal di Yogyakarta dan Salatiga Jawa Tengah selama beberapa minggu.

Penampilannya melalui video tersebut mendapat apresiasi dari warga netizen. Penonton tercengang melihat ternyata para bule itu mahir berbahasa Jawa.

Kirrilly menilai, Bahasa Jawa adalah bahasa yang penuh rasa hormat. Saat ini semakin banyak warga negara asing yang tertarik memelajari kebudayaan Indonesia, bahkan tak hanya bahasa Jawa. (*)

editor : ricky fitriyanto