in

30 Sekolah Swasta Bakal Digratiskan, Gaji Guru Disetarakan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang saat ini sedang mengalokasikan Rp 6 miliar dari APBD 2020 untuk menggratiskan biaya sekolah di 30 sekolah swasta. Perinciannya, yakni untuk 10 Taman Kanak-kanak, 10 Sekolah Dasar (SD), dan 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kota Semarang.

Ini menjadi program lanjutan sebelumnya untuk sekolah negeri hingga SMP yang telah digratiskan. “Kenapa swasta? Kami inginnya semua TK, SD, SMP baik negeri maupun swasta gratis. Kami upayakan paling tidak 90 persen jumlahnya bisa gratis,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (26/11/2019).

Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi  mengaku terus berkomitmen memberikan pendidikan gratis untuk warga Kota Semarang secara bertahap. “Di 2020, ada alokasi anggaran APBD Rp 6 miliar untuk menggratiskan 10 TK, 10 SD dan 10 SMP swasta,” terangnya.

Dia juga mengaku akan menyetarakan pendapatan guru swasta agar bisa meningkatkan kesejahteraan. Sejauh ini, kata dia, untuk guru swasta yang bekerja di sekolah favorit tidak ada masalah terkait gaji atau pendapatan. Tetapi di sekolah swasta lain yang siswanya sedikit masih banyak ditemukan gaji guru jauh dari layak.

“Masih ada (guru) yang gajinya Rp 100 ribu sebulan, Rp 200 ribu sebulan. Kalau (pendapatan) gurunya pas-pasan, maka mengajarnya ‘aras-arasen’ (bermalas-malasan),” ujarnya.

Permasalahan gaji guru swasta di sekolah swasta tersebut menjadi PR (pekerjaan rumah) ke depan untuk dicarikan solusi terbaik. “Harapan kami agar bisa menyejahterakan guru swasta minimal sama dengan guru lainnya,” tegas Hendi.

Namun demikian, orang nomor satu di Kota Semarang itu meminta agar para guru swasta bersabar. Sebab, untuk mewujudkannya tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. “Perlu proses administrasi dan penganggaran. Dulu untuk guru negeri prosesnya diperlukan waktu 3 tahun. Untuk swasta bisa sekitar 3-4 tahun,” beber dia. 

Terlepas dari itu, Hendi meminta agar para guru mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga mampu menyiapkan anak didik.

“Tentunya, agar bisa digugu dan ditiru oleh muridnya, guru harus memiliki kecakapan. Kalau ingin mengajarkan anak disiplin, maka guru harus mencontohkan disiplin,” terang dia. (*) 

 

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis