in

Wakil Ketua DPRD Dukung Pemberdayaan UMKM untuk Kesejahteraan Bersama

Salah satu sektor penting untuk menggeliatkan ekonomi yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

SEMARANG (jatengtoday.com) – Dampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir masih dirasakan hingga sampai saat ini. Terutama dampak pada sektor perekonomian masyarakat yang lemah akibat hantaman pandemi.

Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus. Pasalnya hari ini kasus pandemi sudah mulai menurun dan aktivitas masyarakat sudah aktif kembali. Kondisi tersebut haruslah bisa dimanfaatkan dengan baik.

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko dalam Sosialisasi Non Perda bertema “Pengembangan UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa” di Gajahmungkur Kota Semarang pada Sabtu (15/10/2022).

Heri Pudyatmoko mengatakan bahwa roda ekonomi masyarakat harus terus berputar seiring normalnya aktivitas masyarakat. Salah satu sektor penting untuk menggeliatkan ekonomi yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“UMKM menjadi salah satu sektor pengembangan ekonomi kreatif yang harus terus didukung karena sektor tersebut merupakan roda penggerak ekonomi masyarakat desa, khususnya kelas bawah,” kata Heri dalam sosialisasi tersebut.

Ia mengatakan bahwa dukungan dan pendampingan terhadap pelaku UMKM harus terus digalakkan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara.

“Bisa berupa bantuan seperti pelatihan, pendampingan pendaftaran NIB, digitalisasi produk serta fasilitas promosi atau pemasaran melalui website dan media sosial,” lanjut Heri.

Tidak lupa, Heri juga mengapresiasi pelaku UMKM yang sampai saat ini masih bertahan. Ia pun meminta UMKM untuk terus beradaptasi dengan kondisi yang ada.

“Maka UMKM di Jawa Tengah harus bisa naik kelas, sehingga masyarakat desa lebih sejahtera hidupnya,” ungkap Heri.

Selain menjadi sarana pendapatan masyarakat, Heri mengatakan, UMKM juga berperan dalam menggali produk dan potensi lokal di masing-masing daerah.

“Karena setiap produk UMKM memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri yang menjadi identitas suatu daerah atau wilayah. Setelah pandemi ini, UMKM harus bangkit dan semakin kreatif produknya,” beber politisi Partai Gerindra itu.

Sementara itu, Siti Ruslina salah satu pelaku UMKM di Kota Semarang mengatakan, kendala yang saat ini dihadapi ialah soal promosi dan pemasaran produk.

Ia mengaku sudah merintis UMKM di bidang kerajinan batik sejak 2019. Bahkan ia sudah berhasil menciptakan lima motif batik yang sudah memiliki hak cipta dari Kemenhukham RI.

“Namun masalah pemasaran yang menjadi kendala bagi kami. Padahal produk kami sudah siap bersaing. Sehingga kami harap ke depannya ada pelatihan promosi di media sosial dan bagaimana cara menarik minat masyarakat,” ungkap pemilik UMKM Ruslina Batik tersebut. (*)

editor : tri wuryono

Ajie MH.