in

Puluhan Ribu Dosis Vaksin Kedaluwarsa 13 Januari 2022, Kebanyakan AstraZeneca

Ilustrasi. Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Astrazeneca sebelum disuntikkan kepada karyawan hotel di Rumah Sakit Mardiwaloeja, Malang, Jawa Timur, Kamis (20/5/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sebanyak puluhan ribu dosis vaksin yang sudah tersebar di beberapa wilayah Jateng, kedaluwarsa pada 13 Januari 2022 mendatang.

Dari data Dinkes Jateng, ada sekitar 13 ribu lebih dosis vaksin di Cilacap yang kedaluwarsa 13 Januari 2022. Kemudian 23 ribuan dosis di Pati, 1.010 dosis di Grobogan, 4.270 dosis di Jepara, 3.630 dosis di Kebumen, 8.000 dosis di Pemalang, dan 11 ribuan dosis di Purworejo.

Selain expired tanggal 13 Januari, ada banyak stok vaksin yang akan kedaluwarsa pada akhir bulan nanti. Mayoritas vaksin-vaksin yang akan kedaluwarsa berjenis vaksin AstraZeneca.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua daerah untuk segera menghabiskan dosis vaksin sebelum kedaluwarsa.

“Saya ingatkan pada kawan-kawan agar vaksin yang diindikasikan akan kedaluwarsa terus dipelototi. Petanya satu persatu sudah kami berikan, ada di mana dan jumlahnya berapa. Jangan sampai ada vaksin kedaluwarsa lagi, eman-eman,” tegasnya, Senin (3/1/2022)

Jika kepala daerah merasa kesulitan melalukan percepatan vaksinasi, diminta segera koordinasi dengan gubenrur. “Saya ingatkan betul ini, jangan sampai terulang lagi ada vaksin kedaluwarsa di Jateng,” imbuhnya.

79,49 Warga Jateng Sudah Divaksin

Disinggung terkait capaian vaksinasi di Jateng, Ganjar mengatakan sudah ada 22,8 juta warga Jateng atau 79,49 persen sudah divaksin dosis pertama. Sementara untuk dosis kedua, total sudah ada 17,3 juta atau 60,35 persen yang sudah divaksin.

“Memang masih ada dua daerah yang menjadi perhatian kita, yakni Kabupaten Tegal dan Pemalang. Di dua daerah itu, vaksinasi dosis pertama belum mencapai 70 persen. Akan kita dorong dan dampingi terus menerus agar bisa dilakukan percepatan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar berdialog dengan daerah-daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah. Kepada mereka, Ganjar menanyakan problem di lapangan dan strategi yang akan dilakukan.

Kepada Ganjar, Sekda Kabupaten Tegal, Joko Mulyono mengatakan, ada sejumlah daerah di wilayahnya yang masyarakatnya menolak divaksin. Mereka dipengaruhi oleh tokoh setempat dan bersikukuh tidak mau divaksin.

“Tapi akan terus kami lakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat itu, termasuk menggandeng TNI/Polri untuk melakukan percepatan. Kami targetkan, minggu ini capaian vaksinasi di Kabupaten Tegal sudah 70 persen,” kata Joko. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.