in

UMKM dari Desa-desa di Jateng Didorong Bersaing di E-commerce

Program ini melibatkan 100 pelaku UMKM pilihan dari pelosok desa.

Narasumber sedang paparan dalam acara Kick off Gerakan Akar Lazada yang digelar di Hetero Space Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari desa-desa di Jawa Tengah bakal didorong agar bisa masuk dan bersaing di platform E-commerce.

Upaya tersebut akan direalisasikan dalam Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (AKAR) Digital Indonesia yang digagas Lazada bersama Hetero Space, Dinas Koperasi & UKM Jawa Tengah, dan Lapak Ganjar.

Program ini melibatkan 100 pelaku UMKM pilihan dari pelosok desa yang memiliki produk potensial.

Mereka bakal dilatih bagaimana cara berkembang di marketplace mulai dari kesiapan berbisnis, branding, copywriting, foto produk, manajemen hubungan pelanggan, hingga tips dan trik berjualan.

Dalam prosesnya, pelaku UMKM akan didampingi 50 sarjana muda penggerak dari Program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda (PKKP).

Vice President Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma mengatakan, program ini bertujuan memberdayakan pelaku usaha dan membantu percepatan ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

Yovan menilai, UMKM yang berasal dari pedesaan potensinya luar biasa. Sayangnya, peluang tersebut belum sepenuhnya ditangkap. Hal ini bisa dilihat dari UMKM yang unjuk gigi mayoritas masih berasal dari kota-kota besar.

“Kami berharap kehadiran program ini bisa terus mendorong minat UMKM di Jateng untuk masuk dan sukses di dunia digital,” ucapnya.

Gerakan AKAR Digital Indonesia ini rencananya tidak hanya menjadi program seremonial yang sekali jalan, tapi bisa menjadi program yang memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi UMKM di desa.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan, dari tahun ke tahun pengguna e-commerce terus meningkat. Bahkan, peningkatan kian signifikan sejak pandemi Covid-19.

Namun, katanya, tingginya pembeli di e-commerce belum dimanfaankan secara maksimal oleh UMKM, khususnya UMKM yang berasal dari pedesaan.

Ganjar menerka, hal itu disebabkan masih terbatasnya tingkat literasi digital, pelaku UMKM belum mendapat pendampingan yang optimal, dan kendala lainnya.

Padahal banyak produk-produk UMKM dari desa yang berkualitas dan bisa bersaing di dunia digital. Maka dari itu Pemprov Jateng mendukung program Gerakan AKAR Digital Indonesia. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.