in

Pekerja Serabutan Asal Sragen Pilih Jadi Petani di Kapuas, Ini Alasannya

Sunar, warga Sragen ketika menerima bekal dari Sekda Jateng Sumarno sebelum berangkat ke Kapuas, Kalimantan Tengah. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sunar, warga Sragen yang sehari-hari bekerja serabutan, memilih merantau di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Di sana, dia akan menjadi petani.

Dia dan keluarganya merantau ke Kalimantan Tengah mengikuti program transmigrasi dari Pemprov Jateng. Sebelum diberangkatkan, Sunar telah mengikuti rangkaian pelatihan agar bisa bertahan di sana.

Bukan tanpa alasan Sunar nekat mengadu nasib di pulau seberang. Dia berharap, dengan menjadi petani di Kapuas, bisa memperbaiki kondisi ekonomi. Pundi-pundi rupiah dibayangkan bakal lebih baik daripada menjadi pekerja serabutan di Sragen.

Apalagi, di Kapuas, Sunar sudah disediakan lahan garapan. Rumah layak untuk keluarganya juga ada.

“Dengan transmigrasi, saya berharap ada peningkatan ekonomi yang lebih baik. Daripada di kampung tidak punya apa-apa, semoga di sana dapat sukses,” ucapnya, Selasa (14/12/2021).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng, Sakina Rosellasari mengatakan, sebelum keberangkatan seluruh calon transmigran dan pendamping telah menjalani serangkaian protokol kesehatan.

Di antaranya PCR dan tes kesehatan untuk syarat penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Bandara Banjarmasin pada Selasa (14/12/2021) pukul 08.55 WIB.

Selain mendapat pembekalan dan informasi mengenai kondisi lokasi tujuan transmigrasi, para calon transmigran akan mendapatkan 1 unit rumah panggung tipe 36, lahan garapan pertanian, paket bantuan dari pemerintah pusat berupa alat pertanian, paket dapur, serta hand traktor dan genset untuk kelompok.

“Sedangkan Provinsi Jateng memberikan benih tanaman, polybag atau kantung tanaman, serta alat musik organ yang digunakan untuk hiburan bersama,” tandasnya.

Berangkatkan 10 KK
Total ada 10 KK yang menjadi transmigran dari Jateng yang berangkat ke Kalimantan Tengah.  Melalui program itu, para calon transmigran diharapkan meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Harapan kami para transmigran menjadi sejahtera. Sebelum berangkat mereka dibekali berbagai pembekalan dan bantuan, supaya di sana dapat berusaha di sektor pertanian. Sehingga kelak bisa sukses dan sejahtera, dapat meningkatkan taraf hidup, serta berbaur dengan warga asli Kalteng,” kata Sekda Jateng Sumarno.

Sebanyak 10 kepala keluarga calon transmigran yang akan ke Kalimantan Tengah itu terdiri atas 40 jiwa. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, yakni Kota Semarang, Salatiga, Surakarta, Kabupaten Pekalongan, Kendal, Purworejo, Sragen, Sukoharjo, Cilacap, dan Wonogiri.

Sekda menjelaskan, sebelum diberangkatkan ke lokasi transmigrasi melalui jalur udara, para calon transmigran telah mendapatkan pembekalan di bidang pertanian.

Selain itu, mereka juga diberi informasi dan gambaran tentang kondisi di lokasi tujuan transmigrasi. Termasuk bentuk dan ukuran rumah yang akan ditinggali, lahan pertanian yang akan digarap, serta ketersediaan sekolah, pasar, puskesmas, dan sarana-prasarana umum lain.

“Jarak lokasi transmigrasi dengan sekolah antara 10-15 menit. Selain itu juga tidak jauh dari kawasan food estate, (pengembangan pangan terintegrasi) sehingga diharapkan panjenengan (Anda) nanti bisa bergabung. Karena konsep food estate adalah kawasan pertanian untuk mendukung kebutuhan di Indonesia. Sehingga hasil panen para petani dapat jaminan dibeli,” jelasnya.

Sekda berharap, berbagai bantuan dan bekal dari Kementerian maupun Disnakertrans dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini sesuai dengan niat baik pemerintah dan keinginan para calon transmigran, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.