in

Tingkatkan Gizi Masyarakat, Kader Poktan Kampung KB Belajar ke Rumah Produksi Kelompok Wanita Tani Rejo Makmur

Fokus kegiatannya mengolah hasil pertanian dan perikanan untuk dijadikan produk unggulan yang bergizi dan berkualitas.

DEMAK (jatengtoday.com) – Para kader Poktan Kampung KB melakukan study banding ke rumah produksi “Kelompok Wanita Tani Rejo Makmur” yang terletak di Desa Sukorejo Kecamatan Guntur. Mereka belajar bagaimana cara pembuatan susu jagung dan krupuk ikan lele

Kegiatan itu merupakan salah satu strategi yang dilakukan dalam rangka menambah wawasan kader poktan kampung KB dalam upaya peningkatan gizi masyarakat guna menurunkan angka stunting.

Rumah produksi ini merupakan pusat kegiatan kader poktan Desa Sukorejo. Fokus kegiatannya mengolah hasil pertanian dan perikanan untuk dijadikan produk unggulan yang bergizi dan berkualitas.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB) Kecamatan Guntur dan dikemas dalam acara pertemuan Kader Poktan Kampung KB Ketahanan Berbasis Kelompok ini,  dihadiri oleh Etie Nurdin Ansah, S.H bidang KBK dan KK  Dinpermades P2KB Demak yang ikut monitoring acara tersebut.

Kegiatan dibuka oleh Gunardi Sapto Purnomo korlap BPKB Kecamatan Guntur. Dalam sambutannya Gunardi Sapto Purnomo berpesan kepada kader poktan kampung KB agar ilmu yang didapat dalam study banding ini nantinya bisa diterapkan dan dikembangkan di wilayahnya masing masing agar bermanfaat bagi masyarakat.

“Setelah mengikuti acara ini, nantinya dipraktekan agar dapat bermanfaat untuk masyarakat di sekitar kita,” katanya.

Sri Haryati Ketua Kelompok Wanita Tani Rejo Makmur Desa Sukorejo menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama anggotanya di rumah produksi ini membuat berbagai macam jenis makanan olahan diantaranya, krupuk ikan, kripik ketela, susu jagung, es cream jagung, abon lele dan aneka macam cemilan lainnya.

Dalam acara ini Sri Haryati juga membagikan resep kepada para kader yang mengikuti kegiatan ini. Kemudian mereka praktek langsung cara pembuatan susu jagung dan krupuk ikan lele.

“Ini dipilih karena tepat diterapkan oleh kader di masyarakat untuk dijadikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Nantinya bisa diberikan kepada balita untuk peningkatan gizi dan sekaligus untuk pencegahan stunting,” ungkapnya. (*)

Ajie MH.