in

Suhu Udara di Kota Semarang Akhir-akhir Ini Terasa Terik, Ini Penjelasan BMKG

SEMARANG (jatengtoday.com) – Akhir-akhir ini, suhu udara pada siang hari di Kota Semarang cukup terik. Kemarin, stasiun BMKG Kota Semarang bahkan mencatat suhu udara maksimum di kota ini sejak 37 tahun terakhir, yakni 39,4 derajat celcius.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Muh. Syifa’ul Fuad menjelaskan, beberapa hari terakhir memang suhu udaranya melampaui rata-rata. Bahkan, kondisi itu dimungkinkan bisa meningkat.

“Saat ini jam 12.50, suhu udara Kota Semarang terpantau 37,4 derajat celcius,” ujar Fuad saat dihubungi, Rabu (23/10/2019).

Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG Pusat, R Mulyono R Prabowo menjelaskan, beberapa stasiun pengamatan BMKG di Indonesia mencatat suhu udara maksimum dapat mencapai 37 derajat celcius sejak 19 Oktober lalu.

Dalam kasus ini, catatan suhu udara di BMKG Kota Semarang tampaknya memang tak biasa.

Mulyono menjelaskan, berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan khatulistiwa. Hal ini erat kaitannya dengan gerak semu matahari.

“Seperti yang kita ketahui pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga bulan Desember,” jelas Mulyono dalam keterangan persnya.

Sehingga, kata Mulyono, pada bulan Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara).

Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak. Efeknya, akan meningkatkan suhu udara pada siang hari.

Selain itu, imbuhnya, pantauan dalam dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering, sehingga sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari.

“Minimnya tutupan awan ini akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara,” ucap Mulyono. (*)

editor : ricky fitriyanto