in

Siswa dari 11 SMK di Kudus Dibekali Sertifikasi Digital Komputasi Awan

Pelatihan sertifikasi bagi siswa SMK di Kudus ini diharapkan dapat memberikan pembaharuan dan kelengkapan keterampilan digital.

Siswa SMKN 2 Kudus menerima penghargaan usai meraih juara 1 kompetisi berbasis proyek komputasi awan. (istimewa)

KUDUS (jatengtoday.com) — Sebanyak 1.505 siswa dan 55 guru Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) dari 11 SMK yang ada di Kudus mengikuti pelatihan singkat tentang komputasi awan pada Juli 2023.

Pelatihan singkat ini bertujuan memberi pemahanan awal tentang komputasi awan serta menjaring siswa berkualitas yang memiliki keterampilan digital komputasi awan (cloud computing).

Kemudian terpilih 158 siswa dan 42 guru yang diberikan kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan sertifikasi Amazon Web Services (AWS) dari iForte.

PT iForte Solusi Infotek sebagai perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi dan penyedia jasa layanan internet, akan memiliki kebutuhan tenaga terampil di bidang komputasi awan dan menggandeng Amazon Web Services (AWS) untuk menyelenggarakan pelatihan komputasi awan hingga sertifikasi AWS Certified Cloud Practitioner dan AWS Certified Solutions Architect Associate yang telah diakui secara global.

Wakil Presiden Direktur PT iForte Solusi Infotek, Silvi Liswanda menyampaikan, pelatihan sertifikasi bagi siswa SMK di Kudus ini diharapkan dapat memberikan pembaharuan dan kelengkapan keterampilan digital, terutama untuk komputasi awan yang sangat dibutuhkan dunia industri saat ini.

“Harapannya rangkaian kegiatan ini dapat membantu persiapan mereka untuk jenjang pendidikan lanjutan maupun pengembangan karier mereka,” ujarnya, Kamis (2/11/2023).

Dalam mengakhiri pelatihan, diselenggarakan kompetisi berbasis proyek yang diikuti oleh seluruh peserta pelatihan. Kompetisi ini menuntut para siswa untuk mampu membuat sebuah website statis di atas komputasi awan.

Hasilnya, terpilih 8 pemenang dari SMKN 2 Kudus dan SMK PGRI 2 Kudus, yang keduanya merupakan SMK binaan Djarum Foundation. Sebelumnya mereka telah bersaing dengan 12 kelompok lainnya untuk mempresentasikan proyek yang telah mereka desain dan kembangkan di hadapan para juri.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman. Kami benar-benar disiapkan untuk mampu menghadapi dunia kerja dengan berbagai tantangannya. Saya juga senang bahwa ilmu yang saya dapatkan bisa teruji maksimal dalam kompetisi ini,” ujar Syahrul Imam Said, siswa kelas 12 dari SMKN 2 Kudus, pemenang juara 1 kompetisi berbasis proyek.

Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi H. Serad mengatakan, yang melatarbelakangi program ini adalah riset yang dilakukan oleh AWS dan Gallup, bahwa di Indonesia, tenaga kerja dengan keterampilan digital yang mumpuni mampu mendapatkan penghasilan 112% lebih tinggi daripada yang tidak memiliki kemampuan digital.

Sehingga dengan adanya pelatihan ini, harapannya para lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja. Selain itu, Kurikulum Merdeka juga menjadi salah satu pijakan penting yang akan meningkatkan kualitas siswa SMK melalui proses belajar yang linier dengan kebutuhan industri. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar