in

Serikat Buruh Adukan Pelanggaran Hak di Pabrik Garmen Grobogan

Serikat buruh mengadukan masalahnya ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan.

Perwakilan serikat buruh usai beraudiensi dan mengadukan masalahnya di Komnas Perempuan. (istimewa)
Perwakilan serikat buruh usai beraudiensi dan mengadukan masalahnya di Komnas Perempuan. (istimewa)

JAKARTA (jatengtoday.com) — Serikat Pekerja Sai Apparel Industries (SP Spring) bersama Tim Advokasi Lingkar Perempuan mengadukan berbagai pelanggaran hak di salah satu pabrik garmen di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Serikat buruh tersebut mengadukan masalahnya ke Komnas HAM dan beraudiensi dengan Komnas Perempuan, Selasa (19/12/2023).

Ketua SP Spring, Mala Ainun mengatakan, permasalahan yang diadukan antara lain terkait pemecatan sepihak 11 orang pengurus dan anggota aktif SP Spring.

Kemudian, pelanggaran hak-hak perburuhan seperti kasus kekerasan dan pelecehan berbasis gender; hak-hak maternitas dan kesehatan reproduksi; pungutan liar karcis parkir; jam molor dan upah lembur yang tidak dibayar; serta pemberangusan serikat pekerja.

“Buruh perempuan setiap hari mengalami bentakan dan intimidasi ketika bekerja,” jelas Mala Ainun.

Selama proses audiensi, Komnas Perempuan memberikan perhatian pada kasus kekerasan dan pelecehan berbasis gender. Mereka berkomitmen memberi rekomendasi agar pelanggaran ini tidak menjadi ranah perselisihan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Untuk pengaduan di Komnas HAM, serikat buruh menyampaikannya melalui Sentra Pelayanan Informasi Pengaduan (SeLIP). Komnas HAM telah menjadwalkan pengaduan ini untuk diproses audiensi pada pekan awal Januari 2024.

Sebelumnya audiensi ke Komnas Perempuan dan Komnas HAM, SP Spring bersama tim advokasi menyelenggarakan diskusi publik dan bedah buku bertajuk “Penaklukan dan Perlawanan” di YLBHI Jakarta. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar