in

Semua Siswa Miskin Bakal Sekolah Gratis

SEMARANG – Problematika mengenai bagaimana solusi penanganan siswa miskin sekolah swasta di Kota Semarang menjadi perhatian serius oleh Pemkot Semarang. Karena selama ini hanya sekolah negeri saja yang mendapat jaminan sekolah gratis selama 9 tahun, mulai SD hingga SMP.

Saat ini sedang dirancang penganggaran untuk permasalahan tersebut dan direncanakan berlaku mulai 2018. Diharapkan semua siswa miskin di sekolah swasta di Kota Semarang bakal digratiskan dengan menggunakan biaya APBD Kota Semarang.

“Pemkot Semarang memberikan anggaran untuk pendamping operasional sekolah swasta untuk membantu siswa sekolah miskin. Itu mulai SD-SMP (swasta), kalau yang sekolah negeri kan udah lama gratis. Nah, sekarang bagaimana mengatasi problematika siswa miskin di sekolah swasta,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin, Selasa (7/11/2017).

Prinsip mendasar sebagaimana harapan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kata dia, bahwa siswa miskin di Kota Semarang jangan sampai putus sekolah karena tidak mampu membayar SPP. “Nanti penerima bantuan operasional ini adalah sekolah swasta yang memiliki siswa miskin tersebut. Tujuannya ya biar tidak terbebani,” katanya.

Tidak hanya bantuan operasional, lanjut Bunyamin, Pemkot Semarang juga akan menyediakan beasiswa bagi siswa SMA-SMK dengan kategori beasiswa warga tidak mampu. “Masing-masing Rp 1,2 juta per siswa per tahun. Beasiswa ini juga bisa diambil oleh siswa miskin di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), dengan catatan termasuk warga tidak mampu,” terangnya.

Dia menegaskan, Pemkot Semarang berkewajiban menanggung biaya pendidikan untuk warga miskin. “Sehingga diharapkan tidak ada warga miskin di Kota Semarang putus sekolah hanya karena tidak mampu membayar biaya sekolah,” tegasnya.

Usulan program bantuan pendidikan gratis SD-SMP swasta dan beasiswa siswa miskin tersebut telah disampaikan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Senin (6/11/2017) lalu. Untuk selanjutnya menunggu persetujuan dari DPRD Kota Semarang. (Abdul Mughis)