in

Sempat Tertunda, 419 Jemaah Umrah Indonesia Akhirnya Terbang ke Tanah Suci

Rencana awal pemberangkatan umrah sudah ditetapkan pada Desember 2021 lalu. Namun, Kemenag masih menahan dan membatalkan rencana tersebut dengan melihat kondisi pandemi Covid-19.

Umat Islam melakukan tawaf keliling Kabah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umrah di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019). ANTARA FOTO/Aji Styawan

JAKARTA (jatengtoday.com) – Kementerian Agama melepas sebanyak 419 orang untuk melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci pada Sabtu (8/1/2022) dan menjadi yang pertama kali setelah beberapa tahun terakhir Indonesia tidak mengirimkan jemaah akibat pandemi Covid-19.

“Semoga Allah subhanahu wa ta’ala meridai kita untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah umrah, serta bangsa dan negara,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan rencana awal pemberangkatan umrah sudah ditetapkan pada Desember 2021 lalu. Namun, Kemenag masih menahan dan membatalkan rencana tersebut dengan melihat kondisi pandemi Covid-19 pada akhir tahun.

Baca Juga: Covid-19 Kembali Meledak, Pemberangkatan Umrah Ditunda sampai Awal Tahun Depan

Kini Indonesia telah mengirimkan jemaahnya. Ia berpesan agar para jemaah mematuhi aturan pencegahan penularan Covid-19 baik di Tanah Air maupun Arab Saudi.

“Jaga kepercayaan Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Tunjukkan bahwa jemaah umrah Indonesia patuh pada aturan, khususnya patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Ingatlah, pandemi Covid-19 belum berakhir,” kata dia.

Sesuai arahan Menag, pihaknya tengah memfinalisasi peraturan tentang penyelenggaraan umrah di masa pandemi, termasuk yang terkait integrasi sistem dengan pemerintah Arab Saudi. Hal ini dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan jamaah.

“Proses verifikasi sertifikasi vaksin, tes kesehatan, karantina, dan screening kesehatan dilaksanakan secara mudah, cepat, valid, akurat, serta menjamin kepatuhan persyaratan yang telah ditentukan oleh kedua negara, Indonesia dan Arab Saudi,” katanya. (ant)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *