in

Semarang Baru Punya 2 Pelican Crossing, Pejalan Kaki Berharap Bisa Diperbanyak

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemkot Semarang telah memfasilitasi pelican crossing bagi pejalan kaki yang hendak menyeberang. Namun, sejumlah masyarakat mengeluhkan minimnya fasilitas tersebut. Pasalnya, baru tersedia dua buah.

Pelican crossing merupakan singkatan pedestrian light controlled crossing. Secara sederhana pelican crossing adalah zebra cross yang dilengkapi dengan alat kontrol lampu pengatur lalu lintas di tempat penyeberangan jalan.

Semarang membutuhkan banyak pelican crossing (istimewa).

Menurut Founder Komunitas Pejalan Kaki Semarang (KPKS), Theresia Tarigan, dua pelican crossing di Ibu Kota Jawa Tengah yang dimaksud adalah di Jalan Pemuda atau depan Balaikota, serta di Jalan Imam Bonjol.

“Semarang cuma punya dua. Satu di Jalan Pemuda, satunya lagi di Jalan Imam Bonjol,” ujarnya, Jumat (19/4/2019).

Padahal katanya, di kota besar lainnya sudah marak. Ia mencontohkan dengan Kota Surabaya yang sudah memiliki lebih dari 90 pelican crossing. Ia berharap agar fasilitas serupa bisa dibangun lebih banyak. “Masih kurang. Harus ditambah di setiap depan sekolah atau rumah sakit,” imbuhnya.

Selain itu ia juga menyarankan agar pengguna kendaraan bermotor diberi edukasi terkait hal ini. Sebab, masih banyak pengendara yang tetap melaju meskipun pelican crossing sudah menyala. “Yang utama edukasi batas kecepatan bagi pengendara agar tahu bahwa pejalan kaki harus diutamakan,” saran Theresia.

Pejalan kaki lain, Fitri Kumala Sari (22) juga berharap agar pelican crossing bisa diperbanyak. Sebab fasilitas tersebut akan memudahkan bagi pejalan kaki yang akan menyeberang. Ia juga menyebut bahwa pelican crossing sangat ramah kaum difabel.

“Ya pengennya diperbanyak. Soalnya sangat membantu sekali. Apalagi untuk orang-orang yang pakai kursi roda, kan enak daripada harus nyebrang lewat JPO,” tandasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto