SEMARANG (jatengtoday.com) – Persaingan ketat mewarnai partai puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 2 2025–2026 yang digelar di Lapangan Sidodadi dan Lapangan Arhanud, Jatingaleh, Sabtu (18/1/2026). SDN Sendangmulyo 04 sukses mempertahankan gelar juara kategori usia (KU) 12, sementara SDN Klepu 03 kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih quattrick juara di KU 10.
Pada final KU 12, duel antara SDN Sendangmulyo 04 melawan SDN Sendangmulyo 02 berlangsung sengit sejak menit awal. SDN Sendangmulyo 04 tampil agresif dan langsung unggul cepat melalui gol Alice Vinorea Putri pada menit kedua. Satu menit berselang, Janetta Alodya menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tekanan berlanjut hingga Alice kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-10, membawa SDN Sendangmulyo 04 unggul 3-0. SDN Sendangmulyo 02 sempat bangkit melalui gol Jihaan Lynta Bassaamah yang memperkecil kedudukan menjadi 3-1. Memasuki babak kedua, jual beli serangan terus terjadi. Jihaan kembali mencetak dua gol di menit ke-19 dan 29, namun gol penutup dari Kaisa Fatikha Ar-ridho memastikan kemenangan SDN Sendangmulyo 04 sekaligus mempertahankan gelar juara KU 12 dari musim sebelumnya.
Sementara itu, final KU 10 kembali menjadi panggung dominasi SDN Klepu 03. Menghadapi SDN Kalibanteng Kidul 03, SDN Klepu 03 tampil solid dan menang meyakinkan dengan skor 4-0. Gol pembuka dicetak Shakila Azalia Ardani pada menit kedua, disusul dua gol tambahan di menit ke-16 dan 21 yang memastikan gelar juara keempat secara beruntun sejak 2024.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jackson F Tiago, menegaskan bahwa MLSC bukan sekadar turnamen, melainkan jalur pembinaan sepak bola putri usia dini menuju level profesional.
“MLSC adalah bagian dari jalan menuju jenjang yang lebih tinggi. Visi kami adalah membuka peluang bagi mereka suatu hari mengenakan jersey merah putih. Turnamen ini membangun fondasi teknik, mental, dan karakter sejak dini,” ujar Jackson.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Joko Hartono, yang hadir dalam Upacara Pemberian Penghargaan, mengapresiasi penyelenggaraan MLSC sebagai sarana pengembangan bakat dan karakter siswi.
“Kompetisi ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga membangun sportivitas, kejujuran, dan karakter. Pendidikan tidak hanya didapat di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan positif seperti ini,” kata Joko.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menambahkan bahwa MLSC merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dalam membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia.
“MLSC adalah panggung bagi anak-anak untuk berproses, berlatih, dan bertanding. Kami ingin menyiapkan generasi pesepak bola putri yang tangguh dan percaya diri sejak usia dini,” ujarnya.
MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025–2026 diikuti 1.239 peserta dari 65 SD dan MI, dengan total 55 tim KU 10 dan 64 tim KU 12. Selain pertandingan utama, ajang ini juga menghadirkan Skill Challenge serta Festival SenengSoccer bagi KU 8 untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sejak dini.
Rangkaian MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026 selanjutnya akan digelar di 12 kota, termasuk Bandung, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, dan Malang hingga Mei 2026. (*)
