in

Resmi Ditetapkan Paslon, Hendi-Ita Bakal Lawan Kotak Kosong

SEMARANG (jatengtoday.com) – Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu resmi ditetapkan sebagai Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. Penetapan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang di Hotel Patra Jasa Semarang, Rabu (23/9/2020).

Pasangan petahana tersebut dipastikan melenggang tanpa rival. Mereka bakal melawan kotak kosong pada Pilwalkot Semarang 2020 yang sedianya digelar 9 Desember 2020 mendatang. KPU Kota Semarang sendiri telah melakukan perpanjangan pendaftaran sesuai aturan, namun tidak ada pasangan lain yang mendaftar.

“Tahapan selanjutnya adalah pengundian tata letak. Walaupun hanya ada satu pasangan calon, nanti tetap dilakukan pengundian untuk menentukan letak,” kata Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom.

Pihaknya akan memberikan kesempatan bagi paslon untuk mengikuti pengundian tata letak tersebut. “Ini untuk menentukan apakah posisi surat suara paslon tersebut berada di posisi kanan atau di posisi kiri. Yang satu nanti kolom kosong,” terang Nanda sapaan akrabnya.

Selanjutnya, pada 26 September 2020, KPU Kota Semarang melakukan deklarasi kampanye damai. “Sekaligus penandatangan pakta integritas seluruh pihak yang akan kampanye untuk taat aturan dan penerapan protokol kesehatan,” katanya.

Tahapan debat kandidat juga tetap ada. Namun istilah yang digunakan bukan debat kandidat. “Bahasa yang digunakan adalah penajaman visi misi. Untuk jadwalnya nanti akan kami sampaikan. Nanti akan dilakukan secara streaming melalui akun YouTube. Peserta yang mengikuti langsung 50 orang,” katanya.

Untuk target partisipasi masyarakat, lanjut Nanda, sesuai dengan arahan KPU RI adalah 77,5 persen. “Walau pun nanti membutuhkan penyesuaian mekanisme penyampaian informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Hendrar Prihadi mengaku akan mengikuti aturan yang ditetapkan. “Kami berterima kasih kepada KPU Kota Semarang, hari ini kami sudah ditetapkan menjadi pasangan calon. Di Semarang hanya ada satu calon,” katanya.

Dia mengaku akan menjalankan tahapan-tahapan sesuai ketetapan. “Kami siap mengikuti. Tanggal 26 September 2020, kami siap berkampanye hingga 5 Desember 2020. Strateginya sudah dibatasi, kita ikuti saja. Tatap muka di dalam gedung 50 orang. Ruang terbuka 100 orang. Semaksimal mungkin sesuai kapasitas saya sama Bu Wakil, kami akan sosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Di hari pertama kampanye, lanjut dia, akan ada kampanye damai bersama KPU Kota Semarang. Selanjutnya telah disusun jadwal kampanye. “Kami akan memanfaatkan kemajuan teknologi, bisa menggunakan zoom meeting, bisa juga menggunakan virtual yang lain. Kami juga merencanakan rapat akbar virtual minimal satu kali. Nanti seluruh kader partai pengusung dan pendukung, relawan, akan mengikuti rapat akbar itu dari rumah masing-masing maupun dari posko pemenangan masing-masing. Ini juga untuk mengikuti aturan KPU,” katanya.

Untuk persiapan menuju Pilwalkot tersebut, Hendi sapaan akrabnya, telah mengajukan cuti. “Mulai Jumat ini, saya sudah mulai tidak ngantor, saya akan persiapan. Kami berdua ini harus persiapan, mengembalikan mobil, aset-aset pemerintah, barang masih ada di kantor kami, rumah kami, akan kami kembalikan ke Pemkot Semarang,” katanya.

Lebih lanjut, kata Hendi, baik melawan kotak kosong maupun ada rival, kontestasi Pilkada tetap sama-sama sulit. “Saya sudah sering ngomong sama Bu Wakil, kompetisi model apapun kita harus persiapan dengan matang. Setiap pertempuran memang harus dianggap berat, supaya tidak merasa jumawa. Baik ada orangnya, maupun kotak kosong, maka ini menjadi bagian ikhtiar agar menang di Pilwalkot Semarang,” ujarnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Abdul Mughis