in

Ratusan Pelaku UMKM Desa di Jateng Ikuti Bootcamp “Akar Digital Indonesia” Lazada

Mereka diberi pelatihan seputar bagaimana cara berkembang di marketplace.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau bootcamp Gerakan AKAR Digital Indonesia Lazada untuk UMKM Desa yang berlangsung di Desa Wisata Kandri. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Sebanyak 100 pelaku UMKM dari desa-desa di Jawa Tengah mengikuti bootcamp Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (Akar) Digital Indonesia.

Acara yang berlangsung di Desa Wisata Kandri Kota Semarang pada 20–21 September 2022 ini digagas Lazada bersama Pemprov Jateng melalui Dinas Koperasi & UKM Jateng dan Hetero Space.

Gerakan Akar Digital Indonesia merupakan program edukasi dan pendampingan dengan metode “getok tular” yang akan membantu onboarding pelaku UMKM desa masuk ke marketplace.

Baca: UMKM dari Desa-desa di Jateng Didorong Bersaing di E-commerce

Mereka diberi pelatihan seputar bagaimana cara berkembang di marketplace mulai dari kesiapan berbisnis, branding, foto produk, manajemen hubungan pelanggan, hingga tips dan trik berjualan melalui Lazada.

Dalam pelaksanaannya, ratusan pelaku UMKM tersebut didampingi 50 sarjana muda penggerak dari Program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda (PKKP).

Direktur Eksekutif Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, sejak lama Lazada berkomitmen memberdayakan pelaku UMKM di Indonesia yang merupakan pilar penggerak perekonomian nasional.

“Kami berharap acara ini bisa mendorong UMKM Jateng sukses di dunia digital dan mampu berkontribusi secara signifikan bagi ekonomi digital Indonesia,” ujarnya, Selasa (20/9/2022).

Gubernur Jateng bersama Direktur Eksekutif Lazada Indonesia Ferry Kusnowo memberi arahan peserta bootcamp Gerakan Akar Digital Indonesia Lazada untuk UMKM Desa. (baihaqi/jatengtoday.com)


Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyempatkan waktunya untuk meninjau acara dan berbincang-bincang dengan peserta bootcamp. Ia bahkan memberi masukan produk-produk yang dibawa pelaku UMKM.

“Para pelaku UMKM harus tetap di dampingi dan dibimbing bagaimana bisa memiliki product knowledge yang baik,” jelasnya. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *