in

Puluhan Festival Tahunan Batal Digelar di Solo, Pemkot Revisi Target Wisatawan

SOLO (jatengtoday.com) – Puluhan festival tahunan yang berpotensi mendatangkan ribuan wisatawan gagal diselenggarakan di Kota Solo akibat pandemi Covid-19. Target yang ditetapkan di awal tahun terpaksa dikoreksi.
“Dari jumlah festival tahunan di Kota Solo yang mestinya mencapai hingga 160 festival mulai dari tingkat kota hingga kelurahan, sejauh ini baru beberapa saja yang sudah terlaksana, di antaranya Grebeg Sudiro, Festival Imlek, dan Solo Great Sale,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan, Jumat (21/8/2020).
Penyelenggaraan beberapa acara tersebut, lanjut dia, biasanya dilakukan pada awal tahun di mana pada saat itu belum ada kasus Covid-19 di Indonesia. Selanjutnya, untuk beberapa festival skala besar seperti Solo International Performing Arts (SIPA) rencananya akan dilakukan secara virtual, termasuk Solo Batik Carnival (SBC).
“Selain festival-festival ini sebetulnya bulan Desember nanti menjadi mimpi indah kami, salah satunya ada Haul Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi,” katanya.
Ia mengatakan biasanya penyelenggaraan acara tersebut diikuti oleh ribuan orang, tidak hanya dari Kota Solo tetapi juga dari luar kota. Bahkan penyelenggaraan kegiatan tersebut berdampak pada kenaikan okupansi hotel yang cukup signifikan.
“Selain itu ada juga cuti Natal dan Tahun Baru. Ada juga Muktamar Muhammadiyah yang seharusnya diselenggarakan bulan Juli lalu terpaksa ditunda,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, pihaknya melakukan koreksi jumlah wisatawan yang masuk ke Kota Solo tahun ini. Berdasarkan data, target awal jumlah wisatawan Kota Solo pada tahun ini diharapkan bisa mencapai 5,5 juta orang.
“Ini sebetulnya (targetnya) naik dari realisasi tahun lalu yaitu 5,2 juta wisatawan. Meski demikian untuk koreksi targetnya belum kami tetapkan. Kami masih berharap di sisa bulan yang ada, apalagi kan kami sebetulnya sudah membuka seluruh objek wisata,” katanya. (ant)
editor : tri wuryono