in

Proses Pemilu di Kecamatan Tembalang Dinilai Tidak Transparan, Warga Dilarang Dokumentasikan Rekapitulasi

Ilustrasi. (pixabay)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Proses Pemilu 2024 di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang dinilai tidak transparan. Sebab, hasil rekapitulasi di kecamatan ini tidak boleh didokumentasikan. Bahkan ada warga yang mendapatkan intimidasi dari oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ketika hendak mengambil gambar dengan kamera ponsel.

Hal itu dikatakan Roni Maryanto, pemantau dari Yayasan Dewi Keadilan. Dia menilai, ada yang janggal dari proses Pemilu di Kecamatan Tembalang. Sejak proses pemungutan suara di TPS, sudah tidak transparan.

“Kami dari pemantau tidak boleh mendokumentasikan proses di TPS. Padahal sesuai aturan, yang dilarang itu jika mengambil gambar di bilik suara,” terangnya ketika ditemui di kantor Kecamatan Tembalang, Rabu (28/2/2024) malam.

Ketidaktransparan proses Pemilu juga dirasakan ketika proses rekapitulasi tingkat kecamatan. “Kami kembali tidak diperbolehkan mengambil gambar dokumentasi saat proses rekapitulasi. Bahkan saya mendapat laporan, ada warga yang mendapat intimidasi dari oknum petugas karena memotret rekaptulasi,” ucapnya.

Roni pun merasa janggal. “Ini jadi tanda tanya besar. Ada apa di Kecamatan Tembalang?” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengaku sudah melakukan laporan terkait dugaan ketidak transparanan ini kepada Bawaslu Jateng. “Kami sudah membuat laporan ke Bawaslu provinsi. Untuk hasilnya masih menunggu,” tandasnya. (*)

Ajie MH.