in

Platform Jual Beli NFT OpenSea Akuisisi Dompet Kripto Dharma Labs

OpenSea enggan mengungkap nilai akuisisi Dharma Labs, namun laporan dari Axios menyebut Dharma Labs mendapatkan sekitar 15 juta dolar AS atau Rp215 miliar.

Ilustrasi NFT. (antara/reuters/shannon stapleton)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Platform jual beli Non Fungible Token (NFT), OpenSea, yang kini dikenal secara global dikabarkan membeli platform dompet digital untuk mata uang kripto Dharma Labs.

Kabar itu kemudian disusul dengan penggantian posisi Chief Technology Officer (CTO) OpenSea yaitu Alex Attalah oleh CEO Dharma Labs Nadav Hollander.

Dikutip dari Reuters, Rabu (19/1/2022), OpenSea kini memiliki nilai sebesar 13,3 miliar dolar AS atau setara Rp191 triliun dan dengan adanya akuisisi itu maka pengalaman membeli, mencetak, dan menjual NFT di platformnya dijanjikan meningkat secara drastis.

Baca Juga: Peluang dan Risiko di Balik Tren NFT

NFT adalah jenis aset digital yang dicatat dalam sebuah teknologi blockchain dan dalam setahun terakhir popularitasnya meningkat.

Secara global industri kreatif, hiburan, dan audio visual berlomba-lomba menyajikan NFT dan meningkatkan transaksi NFT.

Di Indonesia, NFT menjadi pembicaraan hangat setelah seorang pemuda bernama Ghazali dikabarkan berhasil meraup Rp13 miliar dari penjualan swafotonya sebagai NFT di platform OpenSea.

Penjualan NFT secara global mencapai sekitar 25 miliar dolar AS atau setara Rp353 triliun di 2021.

OpenSea enggan mengungkap nilai akuisisi Dharma Labs, namun laporan dari Axios menyebut Dharma Labs mendapatkan sekitar 15 juta dolar AS atau Rp215 miliar.

Baca Juga: Kisah Mahasiswa Udinus Raup Miliaran Rupiah dari Jual Swafoto

Terkait perubahan posisi CTO OpenSea, Nadav Hollander akan mengisi posisi Alex Atallah karena Alex akan mengambil peran eksternal mengawasi pengembangan ekosistem web3 dan NFT perusahaan.

“web3” adalah istilah luas yang digunakan untuk menggambarkan fase berikutnya yang terdesentralisasi dari internet yang berjalan di blockchain, di mana pengguna akan memiliki kepemilikan saham di platform.

“Pada tahun 2021, NFT meledak ke dalam kesadaran arus utama dengan cara yang hanya sedikit orang bayangkan, dan OpenSea tumbuh hampir 1000 kali dalam semalam,” kata Nadav Hollander.

“Saya bersemangat untuk fokus pada pengembangan teknologi OpenSea memenuhi keandalan, kinerja, dan tolok ukur uptime yang diharapkan dan layak diterima oleh penggunanya,” kata Nadav.

OpenSea mengatakan aplikasi Dharma Labs tidak akan lagi beroperasi. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.