in

PKB Minta Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2024 di Semarang Ditunda

PKB menemukan kejanggalan perolehan suara di beberapa TPS.

Antoni Yudha Timor dari PKB Kota Semarang sedang menyampaikan pendapat di Rapat Pleno Rekapitulasi KPU Kota Semarang. (istimewa)
Antoni Yudha Timor dari PKB Kota Semarang sedang menyampaikan pendapat di Rapat Pleno Rekapitulasi KPU Kota Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta penghentian Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2024 yang diadakan Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang, Sabtu (2/3/2024) malam.

Permintaan PKB tersebut disampaikan ketika rapat memasuki pembacaan hasil suara DPRD Provinsi untuk Kecamatan Tembalang.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPC PKB Kota Semarang Antoni Yudha Timor menyatakan, PKB menemukan beberapa TPS yang berbeda hasilnya antara dokumen C hasil yang dipegang saksi PKB dengan hasil pleno panitia pemilihan kecamatan (PPK) Tembalang.

“PKB meminta rapat pleno ini tidak mengesahkan dulu. Kami meminta dilakukan pencermatan pada suara DPRD Provinsi. Kami memohon Bawaslu memerintahkan KPU menskors rapat ini,” tutur Antoni yang hadir sebagai saksi PKB dalam rapat pleno tersebut.

Lebih lanjut Antoni mengatakan, terjadi perbedaan perolehan suara. Antara lain di TPS nomor 29 Kelurahan Tandang, di mana dokumen C.1 Hasil Pemilu yang dipegang saksi PKB, PKB memperoleh 14 suara. Namun ditulis 8 dalam formulir D Rekapitulasi di PPK Tembalang.

“Suara kami berkurang 6 di TPS 19 Kelurahan Tandang,” tutur Antoni.

Selisih suara lain, beber dia, terjadi di TPS 03 Kelurahan Sendangmulyo, PKB memperoleh 16 suara di dokumen C Hasil, tetapi menjadi 6 suara di dokumen D hasil Rekapitulasi PPK Tembalang.

“Kami juga menemukan ada perubahan hasil suara partai tertentu. Di TPS 31 Sendangguwo, suara partai tertentu tersebut adalah 32 di dokumen C1 hasil namun menjadi 42 di dokumen D hasil. Jadi, partai tertentu diduga mendapat tambahan, sementara partai kami mengalami pengurangan,” ungkap dia.

Dalam acara tersebut, Ketua Bawaslu Kota Semarang Arif Rahman memerintahkan KPU untuk mencermati dan melakukan sinkronisasi apa yang menjadi keberatan dari PKB.

“Jadwal Rapat Pleno Rekapitulasi tingkat Kota Semarang adalah sampai tanggal 5 Maret. Maka silakan dilakukan pencermatan maksimal,” ucap Arif.

Apalagi Bawaslu telah mendapat laporan resmi dari Partai Golkar atas dugaan perbedaan perolehan suara DPRD provinsi. Maka dia tegas meminta KPU melakukan skors untuk pencermatan.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Cassandra Gultom lantas meminta saksi PKB menyerahkan bukti dokumen TPS yang diminta untuk dicermati dan dilakukan pemeriksaan.

Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2024 tingkat Kota Semarang pun akhirnya ditunda. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar