in

Phapros Perkuat Transformasi Digital dan Diversifikasi Bisnis, Produksi Lebih dari 200 Produk Farmasi

SEMARANG (jatengtoday.com) – PT Phapros Tbk terus memperkuat transformasi bisnis melalui digitalisasi, diversifikasi produk, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia guna menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri farmasi nasional yang semakin kompetitif.

Perusahaan farmasi yang bermarkas di Kota Semarang tersebut saat ini memproduksi dan memasarkan lebih dari 200 jenis produk kesehatan yang mencakup obat bebas, obat resep, hingga obat herbal. Selain itu, Phapros juga memperluas portofolio bisnisnya ke sektor alat kesehatan sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha.

Direktur Produksi PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih, mengatakan transformasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus menjawab tantangan industri kesehatan yang terus berkembang.

“Transformasi ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tuntutan industri farmasi,” ujar Ida dalam acara Media Gathering bertema Merajut Harmoni, Menguatkan Kolaborasi di Kantor PT Phapros, Jalan Simongan, Semarang Barat, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM PT Phapros Tbk, Ferdinand Troedu, serta Direktur Pemasaran Maraja Jeson Siregar.

Fokus Digitalisasi dan Efisiensi Operasional

Sebagai bagian dari transformasi perusahaan, Phapros telah menerapkan berbagai sistem digital untuk meningkatkan efektivitas operasional.

Salah satunya melalui penerapan Electronic Batch Record (EBR) atau sistem pencatatan proses produksi secara elektronik yang mendukung akurasi dan efisiensi dalam pengelolaan produksi farmasi.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sistem pembelajaran daring untuk peningkatan kompetensi karyawan serta melakukan digitalisasi pemantauan kinerja perusahaan secara menyeluruh.

Langkah tersebut dilakukan setelah Phapros resmi bergabung dalam Kimia Farma Group dan menjadi bagian dari holding BUMN farmasi yang dipimpin Bio Farma.

Komitmen Keberlanjutan dan Teknologi Ramah Lingkungan

Tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis, Phapros juga menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian penting dalam strategi perusahaan.

Berbagai upaya dilakukan melalui konservasi energi, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta penerapan prinsip bisnis berkelanjutan dalam seluruh proses operasional perusahaan.

Perusahaan juga aktif menjalankan program pembangunan berkelanjutan bersama masyarakat dan lembaga pendidikan sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan dan pembangunan sosial.

“Phapros menaruh perhatian besar terhadap aspek keberlanjutan karena pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” kata Ida.

Ekspor Produk hingga Pasar Internasional

Komitmen terhadap kualitas produk juga ditunjukkan melalui keberhasilan perusahaan menembus pasar ekspor.

Phapros mencatat ekspor perdana ke Kamboja pada tahun 2014, yang menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas pasar internasional dan meningkatkan daya saing produk farmasi Indonesia di tingkat global.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa produk farmasi dalam negeri mampu bersaing di pasar luar negeri dengan standar kualitas yang terjaga.

Bagian dari Kimia Farma dan Holding BUMN Farmasi

Perjalanan bisnis Phapros memasuki babak baru setelah proses akuisisi oleh PT Kimia Farma Tbk pada akhir 2018.

Sejak tahun 2019, Phapros resmi menjadi anak perusahaan Kimia Farma dengan kepemilikan saham mayoritas mencapai 56,7 persen.

Sebagai bagian dari Kimia Farma Group, Phapros juga berada dalam ekosistem holding BUMN farmasi yang dipimpin oleh Bio Farma.

Struktur tersebut memungkinkan sinergi yang lebih kuat dalam pengembangan industri kesehatan nasional, mulai dari produksi vaksin, obat-obatan, alat kesehatan, hingga layanan kesehatan terintegrasi.

Menurut Ida, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Phapros yang berkantor pusat di Semarang kini menjadi bagian dari grup farmasi milik negara.

Karena itu, perusahaan terus memperkuat sinergi di dalam holding BUMN farmasi untuk mendukung kemandirian industri farmasi nasional sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap penyediaan produk kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Industri Farmasi

Di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat, Phapros menilai kolaborasi menjadi faktor penting dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Menurut Ida, sinergi antarperusahaan, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat industri farmasi nasional.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa kolaborasi, kita sendirian tidak bisa mencapai tujuan,” tegasnya.

Melalui transformasi digital, diversifikasi bisnis, penguatan keberlanjutan, dan sinergi dalam holding BUMN farmasi, PT Phapros Tbk optimistis dapat terus meningkatkan daya saing serta memperluas peran strategisnya dalam mendukung ketahanan kesehatan nasional. (*)