in

Perayaan Imlek Tidak Dilarang, Tapi Dibatasi

Kasus Covid-19 diprediksi melonjak Februari 2022.

Ilustrasi camilan pada perayaan Imlek (antara/shutterstock/helloRF zcool)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemprov Jateng tidak melarang masyarakat untuk merayakan hari raya Imlek 2022. Hanya saja, perayaan tersebut perlu dibatasi untuk menekan risiko penyebaran Covid-19.

Aturan perayaan Imlek tahun tersebut akan ditegaskan dalam Surat Edaran yang diterbitkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Harapannya, seluruh pihak dapat bersama-sama menahan diri di tengah peningkatan kasus Covid-19 yang diprediksi naik pada bulan Februari ini.

Ganjar menekankan, peryaan Imlek boleh dilakukan dengan jumlah peserta sangat terbatas. “Satu kata, dibatasi. Sehingga kerumunannya tidak tinggi. Syukur kalau 2022 timelinenya bisa tau. Menurut saya kegiatan di Februari ini sebaiknya melihat tren kenaikan, kita waspada,” ucapnya, Senin (31/1/2022).

Baca Juga: Kata Gibran soal Kerumunan di Pusat Perayaan Imlek Solo

Politikus PDIP ini langsung meminta Sekda Jateng, Sumarno untuk segera menyusun aturan terkait pelaksanaan kegiatan yang melibatkan massa.

“Nanti dari Pak Sekda kita buatkan surat untuk kita batasi. Maka event yang ramai juga dibatasi,” ujarnya.

Ganjar lantas mencontohkan pelaksanaan turnamen basket di Kota Solo, yang tetap digelar tanpa penonton. Pengawasan dilakukan secara ketat, sehingga turnamen tetap bisa berjalan dengan aman.

“Basket DBL kemarin putaran seluruh Jawa, kemudian masuk Solo nggak boleh ditonton. Kita masih lihat tren terus, kalau sifatnya massal di bulan februari ini jangan dulu,” tandasnya.

Larangan Imlek di Semarang

Di Semarang rencananya akan diberlakukan pelarangan perayaan Imlek. Pasalnya, penyebaran Covid-19 di kota ini cukup tinggi.

“Kecepatan sebaran corona di semarang hari ini snagat luar biasa tepatnya seminggu terakhir, tapi kesembuhannya juga cepat. Hemat saya dalam situasi ini, kami sekarang siasati adalah untuk tidak ada perayaan (Imlek) tapi pertemuan antar kelusrga di restoran yang akan kita sikapi,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Baca Juga: Menag: Rayakan Imlek dengan Kesederhanaan

Menanggapi itu, Ganjar meminta pada seluruh kepala daerah dan jajaran forkopimda untuk berpatroli yang bersifat persuasif. Tujuannya sosialisasi agar tak terjadi kerumunan.

“(Perayaan Imlek) mulai nanti malam, kerumunan dibatasi. Rasa-rasanya hari ini kita mulai patroli, soft saja,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, laporan yang diterima beberapa tempat ibadah yang menggelar perayaan Imlek dipastikan terbatas. Tapi tidak menutup kemungkinan, kerumunan akan tetap terjadi.

“Karena tingkat abainya masyarakat cukup tinggi maka sekarang di tengah keramaian wajibnya pakai masker. Selanjutnya diatur pelan-pelan,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.