in

Panggung Budaya Rumah Kita di Genuk Krajan Berlangsung Meriah

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ratusan warga Kampung Genuk Krajan memadati Lapangan Bulu Tangkis RW 004, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jumat (1/12/2023) malam.

Mulai anak-anak hingga dewasa, mereka ikut memeriahkan acara kesenian Panggung Budaya Rumah Kita. Warga tampak antusias menyaksikan parade seni yang bertajuk Sambang Seni Semarang 2023 itu.

Acara yang digagas Dewan Kesenian Kota Semarang (Dekase) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ini merupakan rangkaian kelima kalinya. Sejumlah seniman muda hingga kalangan tua berkumpul menampilkan karya-karyanya.

“Sangat luar biasa kami yang ketamon (tuan rumah-red) dari Dekase. Ini bentuk wadah seniman-seniman baru untuk meningkatkan potensi seni yang ada di wilayah kami,” kata Ketua RW 004, Hery Setiawan di sela acara.

Pentas seni ini dibuka oleh Many West, band indie pendatang baru asal Manyaran, Kota Semarang. Dilanjutkan penampilan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ). Masing-masing grup musik itu membawakan tiga lagu ciptaannya.

Suasana tampak hangat ketika film besutan warga setempat, Anto Galon berjudul “Gus Muslih” diputar. Film yang menceritakan kisah seorang kiai menolong seekor anjing yang tertabrak kendaraan itu menampilkan komedian legendaris, Qomar, sebagai aktor utama.

“Film ini mengadaptasi cerita pendek Gus Muslih dalam kumpulan buku cerpen berjudul “Lukisan Kaligrafi” karya Gus Mus,” kata Anto Galon.

Anto Galon menuturkan, film berdurasi 24 menit ini mengambil lokasi syuting di Pesantren Salafiyah Az Zuhri Semarang dan rumah pendiri Teater Lingkar, Mas Ton di Perumahan Kini Jaya, Kelurahan Gemah, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

“Visual ini diputar perdana pada saat ulang tahun Gus Mus yang ke-74 di Kantor Suara Merdeka 2018 lalu. Semoga film ini menjadi edukasi dari perspektif lain untuk masyarakat,” katanya.

Penonton makin meriah tatkala Pok Ji Band, kelompok akustik Kampung Genuk Krajan tampil. Sorak-sorai pun mengiringi penampilan grup yang mengaransemen lagu-lagu pop Indonesia itu.

Tak kalah menarik perhatian, Mad Eleph4nt juga terlihat menghibur para penonton. Mereka yang juga musisi muda bertalenta “akamsi” itu menutup rangkaian acara.

Pentas seni malam itu juga turut menggeliatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) setempat. Tampak penonton yang hadir juga sambil menyantap kuliner-kuliner yang dijajakan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur adanya hiburan malam ini. Harapan saya kepada Bu Ita (Hevearita Gunaryanti Rahayu-red) sebagai Wali Kota Semarang, ini menjadi acara rutin,” ujar Riska, salah satu penonton.

Perlu diketahui, Panggung Budaya Rumah Kita bertajuk Sambang Seni Semarang 2023 ini merupakan ruang kesenian yang diinginkan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Wadah itu direspon Dewan Kesenian Kota Semarang (Dekase) dengan menyambangi enam titik kecamatan.

Dalam pertunjukan yang disajikan menyesuaikan riwayat sejarah dari tiap kampung yang disinggahi. Terdapat seni tradisional, musik, teater, sastra, hingga film yang semua karya-karyanya asli seniman Kota Semarang.

Sebelum di Kampung Genuk Krajan, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, acara ini telah terselenggara di Kampung Nelayan Tambakrejo, Kecamatan Semarang Utara pada Minggu (5/11/2023), dan Kampung Seni Budaya Jurang Belimbing, Kecamatan Tembalang pada Minggu (12/11/2023).

Berikutnya di Taman Tirto Agung Kecamatan Banyumanik pada Minggu (26/11/2023), dan Kampung Dong Biru, Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk pada Rabu (29/11/2023). Rangkaian puncak pagelaran ini akan digelar di Kampung Gedong Songo, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang pada Minggu (3/12/2023) mendatang. (*)

Ajie MH.