in

Kuliner Ekstrim di Magelang? Kepala Manyung Bumbu Rempah ini Bisa Bikin Keringat Bercucuran

MAGELANG (jatengtoday.com) – Wisata tak lengkap kalau tidak mencicipi menu kuliner di perjalanan. Kalau Anda sedang menempuh perjalanan dari arah Kota Semarang menuju Yogyakarta, tak ada salahnya istirahat di Kota Magelang. Bisa juga mencicipi sensasi kuliner di kota berjuluk seribu bunga itu.

Salah satu kuliner ekstrim yang menawarkan sensasi kuah segar super pedas itu adalah Warung Makan Kepala Manyung Mbak Ida. Warung tersebut terletak di daerah Blabak Magelang, tepatnya di Jalan Raya Magelang-Muntilan KM 10.

Warung ini secara khusus menyediakan menu bagi pecinta kuliner pedas. Kalau Anda memiliki riwayat alergi pedas, sebaiknya tidak nekat mencobanya. Tapi kalau Anda penggila kuliner pedas sepertinya tepat untuk menikmati sensasinya.

Sajian olahan ikan kepala manyung di Magelang ini terbilang langka. Termasuk bagi masyarakat Yogyakarta, bahwa menu ikan laut kepala manyung ini tidak banyak yang mengenal. Sebab, ikan kepala manyung sebetulnya merupakan kuliner khas Pantura, mulai dari Rembang, Pati, Kudus, Demak, hingga Semarang.

Kepala ikan manyung yang telah dibakar kemudian dimasak menggunakan santan dengan olahan aneka ragam bumbu rempah seperti kemiri, kencur, bawang merah, bawang putih, cabai, merica, daun salam, kunyit dan lengkuas. Alhasil, kuliner ini membawa cita rasa khas, nikmat, gurih dan super pedas.

Satu porsi kepala ikan manyung berukurun cukup besar dan bisa dinikmati berdua. Itupun telah dipotong beberapa bagian dari ukuran kepala ikan manyung yang besar. Tapi tidak perlu kaget, harga seporsi kepala ikan manyung ini terbilang lumayan mahal.

Harganya berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 90 ribu. Tergantung ukuran besar kecilnya potongan kepala ikan manyung tersebut. Semakin besar semakin mahal. Level pedasnya juga bisa disesuaikan dengan selera pembeli. Bisa merequest super pedas, sedang dan tidak pedas.

“Kuliner ini sangat cocok untuk menghangatkan tubuh setelah menempuh perjalanan. Apalagi di daerah Magelang cukup dingin. Setelah menikmati kuliner ini dijamin keringat bercucuran. Tapi lega,” kata salah satu pengunjung, Yulianto, (37), wisatawan asal Ungaran yang mampir di warung tersebut, Minggu (30/12/2018). (*)

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis