in

Kejaksaan Terima Limpahan Tersangka Kasus Kecelakaan KA di Semarang

Kejari menerima limpahan berkas serta tersangka penyebab kecelakaan tersebut.

Truk trailer yang dikemudikan Heru Susanto sedang dievakuasi usai menabrak KA Brantas di Perlintasan Madukoro.
Truk trailer yang dikemudikan Heru Susanto sedang dievakuasi usai menabrak KA Brantas di Perlintasan Madukoro. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang menerima limpahan kasus kecelakaan truk trailer dengan Kereta Api (KA) Brantas di Perlintasan Madukoro, Semarang.

Kejari menerima limpahan berkas serta tersangka kasus tersebut pada Rabu (29/11/2023). Tersangkanya adalah Heru Susanto yang merupakan sopir truk trailer.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Semarang Cakra Budi Nur Hartanto menyatakan, tersangka dijerat Pasal 310 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 karena menyebabkan kecelakaan.

“Ancamannya pidana penjara paling lama 6 enam bulan dan denda paling banyak Rp1 juta,” ujarnya.

Cakra menjelaskan, tersangka Heru mengemudikan truk di Jalan Madukoro Raya, Kota Semarang pada Selasa (18/7/2023) dari arah utara ke selatan yang merupakan jalan dengan klasifikasi kelas Il. Namun Heru tetap melewati jalan tersebut meskipun mengetahui kendaraannya tidak boleh.

Sebelum melintasi rel, tersangka tidak melihat samping kanan maupun kiri. Saat berada di rel pertama, tersangka mendengar suara sirine dari Pos Penjagaan Perlintasan Kereta Api. Sesampainya di rel kedua truknya mati mesin.

Mengetahui kereta sudah dekat, sopir dan kernet akhirnya keluar. Sesaat kemudian truk dengan nomor polisi B-9943-G tertabrak KA Brantas No. 112 hingga mengakibatkan truk mengeluarkan api.

Perbuatan tersangka Heru mengakibatkan truk hancur. Serta lokomotif dan gerbong kereta mengalami kerusakan karena benturan dan terbakar.

“Kerugian yang timbul untuk kerusakan unit sarana sebesar Rp306 juta dan kerusakan prasarana urut jalan rel dan jembatan Rp847 juta,” ungkapnya. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar