in

Isi Liburan Sekolah, Mahasiswa Udinus Ajak Anak Panti Asuhan Darussalam Bermain Dakon

Kegiatan pengenalan dakon atau congklak sebagai wujud pelestarian budaya khususnya permainan tradisional Indonesia.

Anak-anak Panti Asuhan Darussalam Rejosari, Meteseh, Tembalang antusias bermain dakon. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang mengadakan pengenalan permainan tradisional dakon atau congklak kepada anak-anak Panti Asuhan Darussalam Rejosari, Meteseh, Kecamatan Tembalang. Kegiatan pada Selasa (27/12/2022) ini diikuti 30 anak berusia 7 sampai 15 tahun.

Fatah Aji selaku koordinator menyampaikan bahwa permainan dakon jarang diperkenalkan dengan baik secara turun temurun, sehingga anak generasi saat ini menganggap permainan yang berada di gadget lebih menarik. Padahal, berdasarkan jurnal penelitian M. Husein. MR, pada era 80-90an permainan dakon ini cukup banyak digemari dan sering dimainkan oleh kalangan anak-anak.

“Kami mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang berinisiatif mengadakan kegiatan pengenalan dakon atau congklak sebagai wujud pelestarian budaya khususnya permainan tradisional Indonesia,” kata Fatah Aji.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan anak-anak generasi Z dapat mengingat maupun mengetahui lebih dalam permainan yang dahulu pernah dimainkan oleh orang tua mereka pada saat masih anak-anak. Menurutnya, kegiatan ini menyasar pada anak-anak usia 7 sampai 15 tahun, karena pada usia ini mereka sedang asyik bermain dan belajar.

Fatah Aji menambahkan, dikutip dari penelitian Dr Linda Papadopoulos, permainan dakon juga memiliki banyak manfaat untuk anak-anak, di antaranya melatih gerak, mengasah kemampuan berhitung, belajar sabar, belajar jujur, dan belajar memahami aturan maupun kejujuran.

“Dibanding dengan permainan modern saat ini, permainan dakon lebih mengutamakan nilai-nilai luhur yang baik. Permainan ini kan harus dimainkan secara langsung sehingga terjalin interaksi antar pemain,” ujarnya.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang mengenalkan permainan dakon kepada anak-anak di Panti Asuhan Darussalam, Rejosari, Meteseh, Tembalang, Selasa (27/12/2022). (istimewa)

Menurut Fatah Aji, antusiasme anak-anak Panti Asuhan Darussalam sangat luar biasa. Kebanyakan dari mereka mengaku baru mengenal permainan dakon. Kegiatan ini bertambah semarak dengan diadakannya kompetisi bermain dakon di antara anak-anak penghuni panti yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Semoga setelah ini, mereka dapat mengenalkan permainan congklak kepada teman-teman lainnya sehingga permainan ini tetap dikenal dan dimainkan oleh anak di generasi saat ini maupun generasi selanjutnya,” tutur Fatah Aji.

Pengurus Panti Asuhan Darussalam Rejosari, Jundan menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan pengenalan congklak atau dakon ini menjadi edukasi anak-anak sekaligus hiburan untuk mengisi waktu liburan.

“Kami sangat berterima kasih kakak-kakak dari Udinus Semarang berkenan memberikan pengenalan permainan tradisional kepada anak-anak. Tentu ini sangat positif karena mereka jadi tahu apa itu congklak dan cara bermainnya,” ujarnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *