in

Indonesia Dipastikan Dapat Tambahan Kuota Haji 10.000

Musim haji 1443H/2022M kuota haji Indonesia sebanyak 100.051 orang berkurang setengahnya dari 2019 akibat kondisi pandemi.

Jemaah salat fardhu di Masjidil Haram, Mekkah (antara/desi purnamawati)

MEKKAH (jatengtoday.com) – Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad mengatakan Indonesia resmi mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak 10.000 pada 2022.

“Iya tahun ini penambahan kuota 10.000,” katanya di Mekkah, Jumat (24/6/2022).

Menurut dia pemberian kuota tambahan tersebut seperti tradisi karena Pemerintah Arab Saudi memberikan tambahan hampir setiap tahun.

Baca Juga: Kuota Haji RI 100.051 Jemaah, Kloter Pertama Berangkat 4 Juni 2022

Seperti tahun 2019, seingat Azis juga ada penambahan kuota sebanyak 10.000. Penambahan kuota sudah beberapa kali dan jumlah 10.000 itu biasa diberikan .

“Sebetulnya itu tradisi ya. Pemerintah Saudi memberikan tambahan kuota hampir tiap tahun, kuota 10.000 itu hampir tiap tahun,” kata dia.

Sebelumnya kuota haji Indonesia sebanyak 100.051, dengan adanya kuota tambahan itu akan bertambah. Sedangkan untuk teknis pembagian kuota tambahan tersebut, Azis menyerahkan ke pemerintah pusat.

“Sebetulnya kalau jumlah itu katakan dua minggu sebelumnya mungkin itu masuk dalam kuota yang sekarang. Cuma kan karena secara teknis memerlukan proses yang agak panjang dan mungkin juga penambahan pendanaan,” tambah dia.

Terutama terkait biaya masyair atau puncak haji yang sebelumnya ada kenaikan, untuk mendapatkan penambahan dana harus melalui proses dan izin DPR.

“Kalau penambahan untuk mendapatkan uang katakanlah uang dari mana sumbernya, dari BPKH harus melalui DPR. Padahal kan DPR sedang reses sekarang. Tidak mungkin kan. Hak-hal teknis seperti mungkin tidak terantisipasi oleh pemerintah Saudi karena berbeda cara pendekatannya,” demikian Abdul Azis.

Kembali Normal

Dia menambahkan, kuota haji akan kembali normal tergantung pada kondisi kesehatan dan pandemi Covid-19 secara global.

“Jadi ini berkaitan soal pandemi Covid-19, kalau pandeminya dianggap selesai saya kira kemungkinan besar Pemerintah Arab Saudi akan mengembalikan kepada kondisi yang semula,” katanya.

Dia mengatakan bahwa jika kondisi kembali normal maka kuota jemaah haji akan dihitung berdasarkan jumlah penduduk.

Baca Juga: Kemenag Ajukan Tambahan Biaya Operasional Haji Rp1,5 Triliun

Jika ingin ada perubahan penduduk dan kuota yang baru, kata dia, harus melalui sidang-sidang yang ditetapkan di dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Artinya negara OKI duduk bersama untuk menetapkan berapa kuota yang sebenarnya.

“Saya beberapa kali menyampaikan, penduduk Indonesia itu sudah berkembang sekarang. Mungkin sekarang sampai 260-265 juta penduduk,” katanya.

Artinya, kata dia, harus ada tambahan jumlah jemaah dari 220 ribu menjadi 265 ribu lalu ada tambahan kuota lagi 10 ribu jadi 275 ribu.

“Itu kalau kondisinya normal dan usulan kita setiap permohonan kuota dikabulkan,” tambah Abdul Azis.

Namun, menurut dia, penambahan kuota tidak diwajibkan dan merupakan kewenangan Pemerintah Arab Saudi.

Begitu juga dengan pembatasan usia 65 tahun bagi jemaah haji, katanya, kemungkinan tidak ada pembatasan tergantung bagaimana pemerintah Saudi melihat kondisi pandemi maupun kondisi-kondisi kesehatan yang lain.

Musim haji 1443H/2022M kuota haji Indonesia sebanyak 100.051 orang berkurang setengahnya dari 2019 akibat kondisi pandemi. Namun Pemerintah Arab Saudi memberikan penambahan kuota haji sebanyak 10.000 tahun ini sehingga total menjadi 110.051 orang. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.