in

Heru Ajak Perguruan Tinggi Bersaing di Kancah Internasional

SEMARANG – Pemprov Jateng mengajak semua pihak, terutama jajaran pendidikan tinggi hingga prasekolah agar terus meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah tersebut penting dilakukan guna menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan di masa depan.
“Semua pihak di jajaran pendidikan tinggi maupun dasar bahkan pra sekolah, ayo kita berjuang bersama karena ini tanggung jawab bersama. Jangan pernah rumangsa bisa, apalagi rumangsa bisa dewe tanpa melibatkan yang lainnya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko saat memberi sambutan pada Upacara Dies Natalis ke-53 Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Auditorium Prof Wuryanto Kampus Sekaran, Gunungpati, Kamis (29/3).

Hadir dalam acara tersebut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi RI Mohamad Nasir, Sekda Jateng Sri Puryono, Rektor Unnes Fathur Rokhman, tokoh masyarakat KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Forkopimda, dan civitas akademika UNNES.

Menurut Heru, UNNES merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar dan menjadi kebanggaan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jateng. Pemerintah akan terus mendukung UNNES untuk lebih maju. Terlebih UNNES merupakan bagian dari Jawa Tengah yang bisa membawa maju Indonesia pada umumnya dan Jateng pada khususnya.

Kendati telah banyak prestasi di bidang pendidikan, namun semua harus terus berjuang guna menjawab beragam tantangan. Termasuk meningkatkan sumberdaya manusia, karena masih banyak atau lebih dari separuh tenaga kerja Jateng lulusan SMA, SMP, serta SD.

Mantan Bupati Purbalingga ini menambahkan, seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tantangan pendidikan ke depan semakin berat. Karenanya, pendidikan makin dibutuhkan di berbagai sektor kehidupan. Selain itu, seperti yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 45, pendidikan merupakan hal yang sangat penting guna mencerdaskan kehidupan bangsa.

Diakui, tantangan ke depan semakin luar biasa. Namun dengan kecerdasan akan semakin tulus untuk berjuang menghadapi peradaban yang lebih maju. Ia percaya manusia hidup tidak untuk sendiri dan akan mulia di hadapan Tuhan apabila bemanfaat bagi orang yang lain.
“Dengan kecerdasan kita akan memiliki rasa kemanusiaan, tanpa kecerdasan kita sulit berdemokrasi. Dengan kecerdasan kita akan senantiasa bermusyawarah dalam menghadapi berbagai persoalan, dan tanpa kecerdasan kita bisa tidak mungkin mewujudkan keadilan sosial,” beber Heru.

Senada disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohamad Nasir. Dalam orasi ilmiahnya, Nasir mengapresiasi berbagai capaian prestasi Unnes selama ini. Beragam capaian yang telah diraih Unnes adalah capaian masa lalu, sehingga yang perlu diperhatikan adalah perkembangan dunia dan kemajuan teknologi yang dahsyat. Maka bagaimana Indonesia diajak untuk reputasi internasional perguruan tinggi.

Ia mengatakan, tingkat persaingan Indonesia di kancah internasional masih rendah, maka perlu didorong melalui peningkatan mutu pendidikan. Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan Indonesia untuk bisa bersaing di tingkat dunia, salah satunya pendidikan tinggi dan pelatihan.

Nasir menyebutkan, jumlah perguruan tinggi yang tersebar di nusantara tercatat kurang lebih 4.579 perguruan tinggi dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 260 juta. Sedangkan Tiongkok, dengan jumlah penduduk lebih dari 1, 4 miliar hanya memiliki 2.824 perguruan tinggi. Meskipun jumlah perguruan tinggi Tiongkok lebih sedikit, namun yang masuk dalam peringkat internasional mencapai puluhan. Sementara di Indonesia baru tiga perguruan tinggi yang masuk peringkat kelas dunia.

“Ini menjadi tantangan kita bersama supaya perguruan tinggi kita masuk peringkat internasional. Indonesia harus meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya. (ajie mh)
Editor : Ismu Puruhito