SEMARANG (jatengtoday.com)– Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah periode 2026-2031, Helmi Tas’an Wartono, menegaskan komitmennya untuk memperkuat dunia usaha, menjaga iklim investasi yang kondusif, serta mendorong perluasan lapangan kerja di Jawa Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan Helmi usai pelantikan pengurus Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031 yang digelar di Semarang. Kepengurusan baru ini merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) Apindo Jawa Tengah yang berlangsung pada 15 April 2026.
“Dalam Musprov tersebut, saya mendapatkan amanah secara aklamasi untuk memimpin organisasi ini selama lima tahun ke depan. Kepengurusan yang terbentuk saat ini diisi oleh figur-figur yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan dedikasi tinggi untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan serta perjuangan Apindo di Jawa Tengah,” ujar Helmi.
Apindo Jateng Siap Jaga Iklim Investasi
Helmi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Apindo Jawa Tengah periode 2021-2026 yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan organisasi dan dunia usaha di daerah.
Menurutnya, Apindo akan terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat, hubungan industrial yang harmonis, serta peningkatan kesempatan kerja.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendiri, pengurus, dan jajaran Apindo Jawa Tengah periode sebelumnya yang telah berjuang membesarkan organisasi ini. Perjuangan tersebut akan kami lanjutkan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Helmi menilai Jawa Tengah memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya menjadi salah satu tujuan investasi paling menarik di Indonesia. Mulai dari ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif, kawasan industri yang berkembang, infrastruktur yang semakin terkoneksi, hingga dukungan pemerintah daerah terhadap kemudahan berusaha.
“Selama satu dekade terakhir, Jawa Tengah berhasil menjadi magnet investasi strategis nasional. Prestasi ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.
Tantangan Global Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tekanan geopolitik internasional, Helmi mengakui dunia usaha menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Banyak perusahaan harus berhadapan dengan tekanan pasar, kenaikan biaya produksi, hingga perlambatan ekonomi global yang berdampak pada keberlangsungan usaha.
“Bahkan tidak sedikit perusahaan yang akhirnya harus menghentikan usahanya karena tidak mampu lagi menahan berbagai tekanan yang terus meningkat. Dalam kondisi seperti ini, dunia usaha membutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak,” ujarnya.
Menurut Helmi, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serikat pekerja, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga daya saing ekonomi daerah.
Sebagai bagian dari pelantikan pengurus baru, Apindo Jawa Tengah juga menggelar diskusi panel bertema Adaptasi Pelaku Usaha di Jawa Tengah dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Ekonomi Global dan Tekanan Geopolitik yang menghadirkan narasumber dari pemerintah, akademisi, dan dunia usaha.
Shinta Kamdani Optimistis Regenerasi Kepemimpinan Apindo
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta W. Kamdani, menyambut positif regenerasi kepemimpinan di Apindo Jawa Tengah.
Menurutnya, proses transisi yang berjalan baik menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan ekonomi daerah.
“Saya menyaksikan langsung proses regenerasi kepemimpinan di Jawa Tengah. Ini merupakan hasil dari kerja keras dan pengabdian panjang Pak Tris Kongki yang kita cintai bersama,” ujar Shinta.
Ia menilai Jawa Tengah saat ini berkembang menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional yang didukung budaya kerja kuat, stabilitas sosial, serta meningkatnya investasi di berbagai kawasan industri.
Dengan jumlah penduduk sekitar 38 juta jiwa dan mayoritas berada pada usia produktif, Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar untuk terus tumbuh sebagai pusat industri dan investasi nasional.
Taj Yasin: Pertumbuhan Ekonomi Jateng Lampaui Nasional
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi sinergi yang dibangun Apindo bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, kolaborasi antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang saat ini berada di atas rata-rata nasional.
“Selamat bekerja dan selamat mengemban amanah kepada seluruh pengurus Apindo Jawa Tengah. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan sinergi dan kolaborasi yang kuat,” katanya.
Taj Yasin mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Kontributor terbesar pertumbuhan tersebut berasal dari sektor manufaktur dan industri padat karya yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Menurutnya, banyak investor memilih Jawa Tengah karena kualitas sumber daya manusia yang kompetitif serta iklim investasi yang semakin kondusif.
Selain mengembangkan kawasan industri di Semarang, Kendal, dan Batang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mulai mengkaji pengembangan kawasan industri baru di wilayah Pantai Selatan guna menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Apindo Diharapkan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Pelantikan pengurus Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031 menjadi penegasan komitmen organisasi untuk terus berperan aktif dalam menjaga iklim usaha yang sehat, meningkatkan investasi, serta memperluas kesempatan kerja.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, Apindo Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.(*)
