in

Harga Emas Naik ke USD 4.014 per Ons, Sinyal Beli Jangka Pendek

PT Antam meluncurkan produk perhiasan dan emas batangan Batik Indonesia Seri III. (foto: istimewa)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Harga emas (XAU/USD) mencatat kenaikan 0.57 persen menjadi USD 4.014,23 per ons pada 8 November 2025, didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi inflasi AS yang berkelanjutan pasca-data CPI terbaru.

Dalam 10 jam terakhir, emas rebound dari dukungan USD 3.997, dengan kapitalisasi pasar komoditas logam mulia mencapai USD 15,2 triliun dan RSI di 52 yang menandakan momentum netral ke bullish. Analis memprediksi rentang perdagangan USD 3.951 hingga USD 4.059 pada 10 November, dengan potensi upside jika Fed melonggarkan kebijakan lebih lanjut.

Perkembangan ini mencerminkan pola historis November sebagai bulan kuat bagi emas sejak 2020, dengan inflow ETF emas global mencapai USD 26 miliar sepanjang 2025. Data dari LiteFinance menunjukkan pola candlestick “bullish engulfing” terbentuk pada timeframe harian, sementara moving average 20 hari bertindak sebagai support dinamis di USD 3.980.

“Pada 10 November 2025, XAU/USD diharapkan berdagang dalam rentang USD 3.951,68 hingga USD 4.059,90, dengan potensi upside didorong oleh permintaan safe-haven di tengah turbulensi geopolitik,” kata analis LiteFinance dalam forecast harian terbaru. “Emas tetap menjadi lindung nilai optimal terhadap stagflasi dan risiko kebijakan AS pada 2025-2026, dengan pembelian bank sentral diproyeksikan mencapai 900 ton tahun ini,” tambah Gregory Shearer, kepala strategi logam dasar dan mulia J.P. Morgan Research.

Volume perdagangan derivatif emas naik 18 persen, menandakan akumulasi institusional.

Emas November 2025 melambangkan ketahanan di tengah badai ekonomi, membuka jalan bagi apresiasi yang tenang namun gigih. [dm]