in

Hakim PHI Semarang Dilaporkan ke Komisi Yudisial RI Gara-gara Rangkap Jabatan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Subronto, seorang hakim ad hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, dikabarkan dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) RI karena melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim.

Berdasarkan informasi yang beredar, hakim Subronto diduga merangkap jabatan sebagai Ketua Tim Advokasi Persatuan Perusahaan Rokok (PPR) Kabupaten Kudus. Ia juga diduga menjadi salah satu anggota tim formatur untuk menyusun pengurus Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kudus.

Adapun pihak yang melaporkan pelanggaran tersebut adalah Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik (LSM LPAP). Kemudian, pihak KY telah menindaklanjuti dengan mengirim Surat Nomor: 492/PHL/LM.01/11/2.19, perihal permintaan kelengkapan data.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua PN Semarang Sutaji mengungkapkan pihaknya belum mendapat tembusan sama sekali. “Belum ada. Tanyakan ke KY-nya aja,” jelasnya, Kamis (26/12/2019).

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY RI Farid Wajdi, enggan memberikan komentar atas laporan itu. Ia justru mengarahkan untuk menanyakan langsung kepada Ketua KY RI.

Ketika dihubungi melalui pesan WhatApp, Ketua KY RI Jaja Ahmad Jayus malah tidak menanggapi. Pesan yang dikirim sudah berstatus terbaca, tetapi hingga berita ini dibuat belum ada balasan.

Sebelum isu pelaporan ini bergulir, hakim Subronto juga pernah kedapatan bolos kerja. Hal itu diketahui saat Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jateng Sri Sutatiek melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan PHI Semarang dan Pengadilan Tipikor Semarang pada 13 November lalu.

Namun ketika itu Subronto bukan satu-satunya hakim yang membolos. Melainkan ada tiga hakim lainnya. Yaitu Jumiarti, Resy Desifa Nasution, dan Sugiyanto. Hanya saja khusus hakim Sugiyanto ada izin tes hakim ke MA. (*)

 

editor : ricky fitriyanto