in ,

Ganjar Pilih Nyanyi Dulu Ketimbang Temui Tamu Penting

SEMARANG, jatengtoday.com – Siapa lagi kalau bukan Ganjar Pranowo si Gubernur Jawa Tengah yang nyentrik dengan rambut putihnya. Hampir mirip dengan gaya Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ganjar kerap mengambil keputusan tak terduga. Tak jarang jadwal waktu agenda acara yang begitu padat dan telah tersusun rapi menjadi berubah total.

Seperti halnya yang terjadi pada Kamis (19/10/2017) pagi. Di Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan Nomor 1 Semarang, mendadak Ganjar meminta rombongan anak-anak kecil untuk masuk di ruang rapat gubernur di lantai 2. Sontak, ruangan yang biasanya ‘angker’ dan serius itu pecah oleh suara anak-anak. Mereka adalah peserta didik Paud Nasional Sekar Biru Perumahan Permata Batursari, Plamongan Indah, Semarang.

Bagaimana tidak ramai, ada kurang lebih 30 siswa menggeruduk Ganjar Pranowo. Anak-anak itu langsung berebut untuk bersalaman dengan pejabat nomor satu di Jateng ini. Gayung bersambut, Ganjar pun seketika itu harus menjelma teman bermain bersama anak-anak tersebut sembari turut menyanyi bersama.

Bahkan Ganjar merelakan meja rapat yang biasanya digunakan untuk acara resmi disulap menjadi panggung anak-anak. Ia juga meminta anak-anak bergiliran menyanyi Gundul-gundul Pacul, Cublak-cublak Suweng, Pelangi, dan Bintang Kecil. Satu persatu anak-anak itu naik panggung dengan digendong oleh gubernur.

Padahal, tepat pukul 09.00, jadwal gubernur seharusnya menemui beberapa tamu penting dan agenda rapat. Sementara jadwal kunjungan Paud itu diagendakan setelahnya. Tetapi Ganjar memutuskan untuk menerima anak-anak Paud terlebih dahulu. Terpaksa, akibat kedatangan anak-anak ini mampu menggeser jadwal tamu-tamu penting yang antre. Ganjar memilih bernyanyi gembira bersama anak-anak tersebut ketimbang menemui tamu-tamu penting.

Kenzie, salah satu siswa mampu membuat Ganjar terpesona. Sebab, anak berusia empat tahun itu mampu menyanyikan lagu Indonesia Raya secara tuntas. Tak kalah menggemaskan, beberapa anak malah mewawancarai gubernur dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan menggelitik. “Pak gubernur suka makan sayur?” “Pak Ganjar suka memelihara burung?” “Mobil Pak Ganjar kenapa harus berhenti di lampu merah? (Kan gubernur, harusnya bablas)”. Ganjar cukup gelagapan diserang berbagai pertanyaan mendadak. “Pak Gubernur kenal sama Upin Ipin?”

Tak kalah cerdas, Ganjar pun menjawab. “Upin upin tahu dong, yang ada jambulnya kan,” ujarnya dengan gaya bahasa anak-anak. Mereka pun tertawa lepas. Tak mau kalah sama teman-teman lainnya, salah satu siswa Abraham saat ditanya soal cita-cita, menjawab secara mengejutkan. “Saya bercita-cita ingin menjadi arsitek. Saya ingin membangun kantor gubernur jadi tingkat 12,” ujarnya membuat ruangan tersebut tertawa pecah. “Pak Gubernur memutuskan untuk menemui anak-anak terlebih dulu. Padahal seharusnya ada beberapa agenda penting lain. Mungkin karena kasihan kalau anak-anak menunggu lama,” kata salah satu ajudan gubernur, Vino.

Kepala Sekolah Paud Nasional Sekar Biru, Sukma Nurnaningsih mengatakan, kunjungan ini awalnya diagendakan sebagai acara dialog biasa. Tapi tiba-tiba berubah menjadi menyanyi. “Kami senang sekali bisa mempertemukan anak-anak dengan gubernur. Tujuannya adalah pengenalan profesi kepada peserta didik. Kami ajak ke gubernur, kantor polisi, pemadam kebakaran, lapangan udara, sehingga peserta didik mendapatkan wawasan dan pengalaman baru. Ini juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan,” katanya.

Kurang lebih 45 menit bergembira, bernyanyi sembari berdialog, rombongan Paud tersebut pamitan. Ganjar pun mengantarkan rombongan tersebut hingga pintu keluar. “Mereka ini tamu paling penting selama saya jadi gubernur,” ujar Ganjar. (*)

Editor: Ismu Puruhito