in

Ganjar Aktifkan Gerakan Peduli Tetangga

SEMARANG – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) merupakan kepanjangan tangan negara untuk merespon secara cepat beragam masalah sosial. Terutama yang menyangkut dengan kemiskinan, gelandangan, anak-anak telantar serta orang tidak mampu yang membutuhkan pertolongan. Sehingga, penanganan masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tak lagi membutuhkan waktu berhari-hari, namun hanya dalam hitungan jam atau bahkan menit.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku sangat berterimakasih atas kerja nyata yang diberikan para relawan TKSK atas respon dan kinerja yang cepat. “Kinerja kolektif Dinas Sosial dan TKSK menjadi yang paling cepat dalam merespon dibandingkan dengan OPD lain. Sehingga kinerja ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkap Ganjar dalam acara Pembinaan TKSK se-Jateng di aula Dinas Sosial Jateng, Senin (5/2/2018).

Ganjar mengatakan keberadaan TKSK sangat membantu pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan di Jateng. Hal ini terlihat dari penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan pada periode September 2016 hingga September 2017, penurunan jumlah penduduk miskin mencapai 296,26 ribu orang. Jumlah tersebut menduduki peringkat kedua secara nasional setelah Jawa Barat.

Kerja nyata TKSK ungkapnya sudah bisa dilihat langsung masyarakat. Selain memberikan bantuan dengan cepat, keberadaan TKSK juga bisa memberikan kejelasan informasi warga yang memang membutuhkan bantuan.

Ganjar bercerita bahwa di Banjarnegara sempat ramai dibicarakan media maupun media sosial tentang anak kecil yang bekerja untuk keluarga karena tidak ada jaminan sosial. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata sudah mendapatkan jaminan sosial. Sang anak hanya bekerja karena ingin membantu orang tuanya.

“Yang seperti ini sering kali dijadikan cerita-cerita yang seolah-olah negara tidak mengurus, saya tahu negara tidak mampu mengurus seketika sesempurna atau sebulat mungkin. Maka kini kita mulai melihat berarti TKSK ini tangan panjang yang bisa menyentuh sampai ke tingkat lokasi. Penjangkauannya luar biasa,” ujar Ganjar.

TKSK ungkapnya merupakan kekuatan yang bisa ditunjukkan pada masyarakat tentang hadirnya negara untuk warganya. Ganjar pun mengatakan aksi cepat para TKSK di Jateng ini kemudian disampaikan pada Presiden Joko Widodo melalui media sosial. Ini ungkapnya menjadi apresiasi negara bagi para TKSK atas kinerjanya yang luar biasa.

Ganjar pun kemudian mengajukan usul agar setiap diklat Aparatur Sipil Negara (ASN), pengisi materi salah satunya bisa dari relawan TKSK. Hal ini agar ASN bisa mencontoh para TKSK yang kerja dengan sepenuh hati dan ikhlas meski dibayar secara prasmanan.

Selain itu, Ganjar juga mengajak masyarakat mengaktifkan gerakan gotong royong peduli tetangga. Ia meminta jika ada anggota masyarakat yang miskin dan sakit keras agar dilaporkan pada dirinya. Gubernur menyampaikan imbauan tersebut saat mengunjungi Silihwarni yang sakit lumpuh selama 13 tahun di rumahnya Desa Buko, Kecamatan Wedung, Demak beberapa waktu lalu.

“Coba tengok tetangga kanan kiri masing-masing, siapa tahu ada yang sakit keras, ada yang miskin sekali tidak bekerja. Kalau warga masih bisa membantu ya swadaya dulu, kalau sudah tidak bisa, bisa melapor ke saya,” katanya.

Ganjar menceritakan, dirinya sering mendapat laporan orang sakit di suatu daerah. Warga tersebut sudah sakit lama dan tidak mendapat perhatian dari warga sekitar maupun pihak desa atau kelurahan. “Makanya ayok kita peduli tetangga, rasa kemanusiaannya kepeduliannya ditingkatkan,” katanya.

Laporan pada Ganjar bisa dilayangkan melalui twitter @ganjarpranowo atau langsung menggunakan hastag #KemalaJateng, website Lapor Gub, atau via SMS center. Setiap laporan akan ditindaklanjuti oleh petugas TKSK dari Dinas Sosial Pemprov Jateng. Petugas TKSK di Jateng berjumlah 573 dengan satu petugas membawahi satu kecamatan.

Ganjar telah memerintahkan Dinas Sosial memaksimalkan TKSK untuk melayani laporan warga. Mereka harus menjemput warga yang sakit keras untuk dibawa ke rumah sakit. “Langsung sms saya juga bisa. Begitu dapat laporan, maksimal dua jam petugas sudah ke lokasi, kita tangani apakah dikirim bantuan, atau dibawa ke rumah sakit,” tandasnya. (ajie mh)

Editor: Ismu Puruhito