JAKARTA (jatengtoday.com) – Pasangan EUR/USD memperpanjang penurunan tajamnya pada 8 November 2025, menembus dukungan kunci di 1.1500 setelah penguatan dolar AS yang didorong oleh ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat.
Saat ini, pasangan ini bertransaksi di sekitar 1.1450, turun 0.8 persen dalam 10 jam terakhir, dengan RSI 14 hari berada di 38 yang menandakan kondisi oversold ringan.
Analis memproyeksikan target downside di 1.1400 jika momentum bearish bertahan, sementara GBP/USD juga melemah ke 1.2800 di tengah data inflasi Inggris yang menunjukkan CPI tetap di 3.8 persen.
Proyeksi ini didasarkan pada pola historis pasca-pemotongan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober 2025, yang justru memperkuat dolar karena sinyal inflasi yang lengket.
Data dari FXStreet menunjukkan volume perdagangan EUR/USD melonjak 25 persen di atas rata-rata, dengan moving average 50 hari bertindak sebagai resistensi di 1.1550.
“EUR/USD telah menembus garis tren naik sejak Juni 2025, dengan target teknis utama di area 1.08 jika bears mempertahankan momentum, meskipun rebound jangka pendek mungkin terjadi di dekat 1.1400,” kata Eren Sengezer, analis FXStreet, dalam laporan outlook November 2025.
Selain itu, “Data CPI Inggris yang stabil di 3.8 persen menunjukkan Bank of England akan hati-hati dalam pemotongan suku bunga, memperburuk tekanan pada sterling,” tambah analis senior dari DailyForex. Indeks Dolar AS naik ke 106.5, menekan pasangan mata uang utama lainnya seperti USD/JPY yang mendekati 150.00.
Pasar forex November 2025 membuka babak ketidakpastian yang dibentuk oleh kebijakan global, di mana volatilitas menjadi katalisator bagi strategi adaptif yang berkelanjutan. [dm]