in

Dukung Smart City di Solo, Tiga Raksasa Digital Ini Gabung Kekuatan

Tiga raksasa digital bersatu untuk mendukung Solo menjadi Smart City. (istimewa)

SOLO (jatengtoday.com) – Tiga raksasa digital, Grab, Emtek, dan Bukalapak menggabungkan kekuatan untuk mendukung Solo makin layak menyandang predikat smart city.

Tiga rakasasa digital tersebut sudah menjalin komitmen melanjutkan program akselerator kota masa depan yang sukses dilakukan di Kupang, Oktober 2021 kemarin.

Di Solo, program ini membidik lebih dari 1.500 pelaku UMKM untuk onboarding. Para pelaku UMKM yang bergabung diharapkan dapat menjangkau jutaan konsumen Grab dan Bukalapak di seluruh Indonesia, serta membuka peluang pendapatan baru dengan memiliki toko digital.

Dari jumlah itu, akan ada 54 UMKM yang dipilih. Mereka berhak mengikuti program akselerator dalam mengelola bisnis yang dimentori oleh Bukalapak dan Grab. Ada juga 3 UMKM terbaik akan mendapatkan publikasi melalui jaringan media Emtek.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memberikan apresiasi kerja sama Grab, Emtek dan Bukalapak dalam menghadirkan program Kota Masa Depan.

Dia melihat, program ini dapat membantu UMKM untuk naik kelas melalui fasilitas digitalisasi.

“Saya mengapresiasi inisiatif Grab, Emtek dan Bukalapak dalam menghadirkan program Kota Masa Depan. Ini momen yang baik, dan hari ini kita alhamdulillah bisa menjadi batu loncatan UMKM naik kelas,” paparnya, Kamis (23/12/2021).

“Momen ini untuk kebangkitan para pelaku UMKM di Kota Solo, dan harapannya bisa bangkit dan semangat lagi,” imbuhnya.

Kawal Solo Jadi Smart City

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan, Grab bersama Emtek dan Bukalapak siap bekerja sama dengan Pemkot Solo untuk mengawal Solo menjadi Smart City.

Dengan program Kota Masa Depan, UMKM akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan agar menjadi lebih kompetitif serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Semoga upaya kami membantu UMKM khususnya yang berada di kota-kota kecil ini dapat membantu pemerintah mencapai target digitalisasi 30 juta UMKM pada tahun 2024, serta mempercepat upaya pemulihan ekonomi bangsa,” harapnya.

Salah satu peserta program Akselerator Kota Masa Depan yang telah merasakan manfaat dari program ini adalah Fahmi Rachmanda Putra.

Pemilik Rachmajaya Woodcraft ini mengungkapkan, banyak pengalaman yang didapatkan dalam mengembangkan usaha di program akselerator Kota Masa Depan.

Mulai dari pelatihan hingga pendampingan yang diberikan agar dapat lebih memaksimalkan teknologi, seperti digital marketing yang bantu meningkatkan interaksi kami dengan konsumen di sosial media.

Selain itu, lewat pelatihan desain logo, saya pun kini merancang logo baru yang akan diluncurkan hari ini.

“Kami berharap dapat membantu UMKM lokal agar dapat berinovasi go-digital untuk menjangkau lebih banyak konsumen yang tidak hanya di kota Solo saja melainkan hingga pelosok Indonesia,” harapnya.

pemilik usaha kuliner Mixology Coffee, Aditya Liliyan menambahkan, program akselerator Kota Masa Depan telah membantu para pelaku usaha kuliner serta pedagang kecil dalam meningkatkan kualitas usaha.

“Sehingga kami tetap bisa mempertahankan usaha meski di tengah pandemi, melalui serangkaian pelatihan, sesi webinar dan pendampingan,” terangnya.

Setelah mengikuti program ini, dia bisa langsung menerapkan ilmu yang didapat dengan berinovasi mendesain tampilan kemasan dan menu kami agar lebih menarik.

“Sejak meluncurkan tampilan baru, usaha kami mengalami peningkatan penjualan hampir dua kali lipat. Semoga program ini dapat merangkul lebih banyak lagi para pelaku UMKM untuk bergabung dan merasakan dampak positif dari pemanfaatan teknologi,” paparnya.

Dukung Pengembangan UMKM

Managing Director, PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk, Sutanto Hartono mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam mendukung pengembangan sektor UMKM di Indonesia.

Berkolaborasi dengan Grab dan Bukalapak, program ini diharapkan dapat memberikan peluang dan daya saing bagi UMKM lokal di era digitalisasi yang berkembang begitu cepat.

“Dengan tekad yang sama untuk membuat kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia menjadi lebih baik melalui teknologi, kami yakin kita bisa membangkitkan roda perekonomian lokal yang nantinya akan memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia,” katanya.

Direktur Utama PT Bukalapak.com, Tbk, Rachmat Kaimuddin menyampaikan, Bukalapak berkomitmen untuk terus mendukung UMKM naik kelas dengan menciptakan akses terhadap ekonomi yang adil melalui ekosistem digital, baik di online maupun offline.

Kolaborasi Grab, Emtek dan Bukalapak melalui program Kota Masa Depan merupakan sebuah contoh nyata dari bergabungnya ekosistem untuk meningkatkan UMKM di Indonesia.

“Kami harap program ini dapat menjadi langkah yang baik dalam mengakselerasi digitalisasi UMKM di Kota Solo, dan juga kota-kota lainnya di Indonesia,” tandasnya.

Grab meluncurkan GrabKitchen di Pasar Gede, sebuah konsep cloud kitchen. (istimewa)

Dukung Solo Smart City

Bersamaan dengan hadirnya Kota Masa Depan di Solo, Grab juga meluncurkan GrabKitchen di Pasar Gede, sebuah konsep cloud kitchen yang menyatukan UMKM kuliner dalam sebuah fasilitas pusat untuk menjawab permintaan pasar yang belum terpenuhi di wilayah-wilayah tertentu.

GrabKitchen memanfaatkan data untuk mengidentifikasi dan memetakan kesenjangan permintaan pelanggan untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui GrabFood, sehingga UMKM kuliner dikenal lebih luas oleh masyarakat dan dapat meningkatkan peluang penjualan.

Selain itu, UMKM yang berpartisipasi dapat mengakses rangkaian pelatihan mengenai cara penjualan secara online, melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial serta cara meningkatkan kualitas merek dagang dan menu makanan.

Beri 400 Unit Motor Listrik

Pada kesempatan yang sama, untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik, Grab juga melakukan serah terima sebanyak 400 unit motor listrik yang diperuntukkan bagi para mitra pengemudi GrabBike dan mitra pengantaran Grab di Solo yang diserahkan langsung oleh President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata kepada Wali Kota Gibran.

“Sejak 2019, kami telah menaruh fokus perusahaan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik melalui  komitmen #LangkahHijau di Indonesia,” tuturnya.

“Hari ini kami sangat bangga dapat kembali membantu Pemkot Surakarta untuk mengembangkan Solo Smart City dengan memanfaatkan teknologi Grab yang inklusif melalui kendaraan listrik untuk mengurangi emisi karbon,” tandasnya.

Grab memberikan sebanyak 40 unit motor listrik untuk mendukung Solo menyandang predikat Smart City. (istimewa)

Targetkan 10 Ribu UMKM

Kota Masa Depan merupakan sebuah program akselerator ekstensif yang menargetkan 10 ribu UMKM, diselenggarakan secara bertahap hingga kuartal kedua 2022 di Kupang, Solo, Gowa, Malang, Pekanbaru.

Program tersebut berfokus pada tiga prioritas, yakni vaksinasi, Adopsi Platform Digital (onboarding ke aplikasi Grab dan Bukalapak), dan Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha melalui teknologi digital.

Dalam tiga pilar program yang ada, Grab, Emtek, dan Bukalapak akan menggabungkan keahlian mereka untuk melatih dan mendampingi UMKM dalam rangka meningkatkan kemampuan UMKM akan siap bergabung dalam ekonomi digital. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.