in

Dibangun Brexit Malah Bawa Petaka, Pakar: Jadikan Tersangka Penyelenggara Negara

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ditetapkannya sopir truk B 9370 WYT, Wasroni (35), yang menewaskan lima korban dalam kecelakaan di depan RS Muhamamadiyah Aminah Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Senin (10/12/2018) menjadi tersangka, mendapat sorotan dari pengamat transportasi.

Salah satunya Pakar Transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno. Dia menilai, menetapkan sopir truk menjadi tersangka saja belum memenuhi unsur kebijaksanaan dan keadilan.

“Jadikan tersangka pemilik barang dan penyelenggara negara yang tidak taat aturan. Jangan hanya pengemudi yang jadi tumbal di setiap kecelakaan,” katanya, Selasa (11/12/2018).

Terkait kecelakaan maut di Bumiayu, kata dia, berdasarkan informasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menyatakan bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di wilayah tersebut. Hal itu juga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan hingga mengakibatkan banyak korban.

“Tetapi (pekerjaan tersebut) belum dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sesuai rekomendasi KNKT. Ada sejumlah FO (Flyover) dibangun sebagai solusi Brexit 2016, tetapi malah bawa petaka,” katanya.

Menurutnya, permasalahan kecelakaan di perlintasan Kereta Api (KA) sebidang tuntas. Tetapi sekarang justru beralih ke kecelakaan di jalan raya. “Sejak FO Kretek diresmikan tahun 2017 sampai sekarang sudah sekitar 40 kali terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal lebih dari 45 orang. Luka berat 150-an. Sungguh tragis,” ujarnya.

Seperti diketahui, sopir truk yang merupakan warga Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal tersebut telah ditahan di Mapolres Brebes. Sopir tersebut dijerat Pasal 310 ayat (2) juncto Pasal 124 ayat (1) huruf e Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (*)

editor : ricky fitriyanto