in

Buruh Korban PHK Didorong jadi Pengusaha, Pemerintah yang Siapkan Akses Modal

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sudah puluhan ribu buruh di Jateng yang dirumahkan akibat pandemi corona. Gelombang PHK diperkirakan akan terus mengkat seiring merosotnya perekonomian.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Riyono, mengusulkan pemerintah segera mengambil langkah strategis.

Industri besar, terutama yang padat karya, memang sangat terpukul dengan pandemi corona. Jika diruntutkan, kaum buruh yang paling terdampak dengan fenomena ini.

“Pemerintah harus segera ambil langkah, baik langkah jangka pendek, menengah, dan panjang,” ucap politikus PKS ini, Selasa (5/5/2020).

Jangka pendek, lanjutnya, sudah dilakukan. Yakni memberi jaring ekonomi berupa bantuan sosial (bansos). “Langkah jangka menengahnya, bisa lewat penguatan daya tahan keluarga buruh dengan jamninan ketersediaan pangan. Untuk jangka panjang pilihannya adalah membuat buruh produktif dengan membuat usaha baru,” paparnya.

Dia pun mendorong agar buruh yang telah dirumahkan bisa bertransformasi menjadi pengusaha. Bisa dimulai dari pengusaha kecil-kecilan. Dengan begitu, pemulihan ekonomi di kalangan rakyat kecil dan menengah bisa mudah dilakukan.

“Pemerintah tinggal berupa penyiapan dan pemberian modal kerja, berbasis usaha kecil dan menengah sektor pertanian atau kuliner. Kami kalkulasi kebutuhan modalnya, kalau ada 10 ribu buruh yang siap membangun usaha bersama dengan buruh yang lain, maka diberikan modal Rp 5 juta sampai Rp 10 juta untuk memulai usaha,” tuturnya.

Maka perlu disiapkan dana Rp 50 miliar sampai Rp 100 miliar untuk modal usaha para buruh. Dana ini menurutnya, akan bermanfaat. Ketika pandemi corona berakhir buruh tidak terlalu hilang arah karena kehilangan mata pencaharian. (*)

 

editor: ricky fitriyanto