in

BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Berkolaborasi Demi Tingkatkan Pelayanan

Dengan komitmen bersama ini nantinya para petugas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bisa meningkatkan kualitas pengawasan dan pemeriksaan.

BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan berkolaborasi demi meningkatkan pelayanan publik. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan melakulan komitmen bersama untuk meningkatkan akselerasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Mereka berupaya meningkatkan pelayanan jaminan sosial di wilayah Jateng-DIY. Keduanya memersiapkan segala aspek dari sisi sumber daya, hingga peningkatan kualitas pengawasan dan pemeriksaan.

Deputi Direktur Bidang Pengawasan, Pemeriksaan dan Pelayanan Hukum BPJS Kesehatan Siswandi menuturkan, komitmen ini merupakan salah satu upaya peningkatan program jaminan sosial di wilayah Jateng-DIY pada tahun ini.

Hal itu sesuai dengan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, yakni melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap peserta dan pemberi kerja dalam program Jaminan Sosial Nasional.

“Jaminan sosial merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup layak,” ucapnya, Selasa (9/8/2022).

Dia berharap, dengan komitmen bersama ini nantinya para petugas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bisa meningkatkan kualitas pengawasan dan pemeriksaan. Yakni, penguatan dengan stakeholder terkait dan antarpenyelenggara jaminan sosial.

“Ini dimulai dari wilayah Jakarta uji cobanya terus melihat hasilnya positif, maka deputi BPJS Ketenagakerjaan maupun kami dari kesehatan menyepakati untuk ini dinasionalkan. Keuntungannya adalah efektivitas dari badan usaha dari sisi tenaga efektivitasnya,” ucapnya.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jateng-DIY, Cahyaning Indriasari menambahkan, untuk kepesertaan di wilayahnya ada 100.553 perusahaan yang aktif.

Dari jumlah itu, nantinya bisa dilakukan pemeriksaan mana perusahaan yang sudah bergabung dengan BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan

Menurutnya, untuk jumlah tenaga kerja aktif sebanyak 3,4 juta orang dan jauh dibanding peserta BPJS Kesehatan karena hanya pekerja saja yang dilindungi.

Melalui komitmen bersama ini, akan bisa meningkatkan jumlah kepesertaannya. Terutama, untuk memeriksa perusahaan yang baru mendaftarkan sebagian karyawannya.

“Karena sasarannya kurang lebih sama ya, antara kesehatan dengan ketenagakerjaan. Perlindungan untuk pekerja. Ini kita saling beririsan juga, dan dengan adanya kerja sama ini akan kita lakukan bersama,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.