in

BPJS Dorong Mahasiswa Kedokteran Soal Pelayanan Kesehatan

Setiap tenaga kesehatan di Indonesia wajib memahami kontribusi Program JKN-KIS

Kuliah umum bertajuk "Peran Alumni Dalam Membangun Bangsa" disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar di Universitas Sultan Agung Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unissula), sebagai Universitas yang memiliki fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan yang mencetak generasi dokter masa depan terus meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan BPJS Kesehatan Cabang Semarang.

Salah satunya dengan menggelar kuliah umum kepada lulusan dokter yang telah wisuda periode I Tahun 2022.

Kuliah umum bertajuk “Peran Alumni Dalam Membangun Bangsa” disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Cabang Semarang, Mochammad Abdul Hakam di Fakultas Kedokteran Universitas Unissula Semarang.

Dalam paparannya Andi Ashar menjelaskan keberadaan alumni, khususnya fakultas kedokteran turut membangun reputasi almamaternya.

Karena keberadaan alumni mampu membangun persepsi publik bahwa perguruan tinggi melalui alumninya mencerminkan suatu prestasi dan karakter perguruan tinggi tersebut terutama dalam memberikan pelayanan Program JKN-KIS.

“Tentunya tujuan membekali para dokter ini selain mempersiapkan para lulusan yang kedepannya pasti akan banyak bersinggungan dengan Program JKN-KIS. Hal ini juga sekaligus memberikan kesempatan kepada para dokter-dokter muda ini lebih leluasa untuk bertanya dan menggali lebih dalam dari rasa keingintahuannya dalam bidang kebijakan kesehatan di Indonesia dan seputarnya,” ucap Andi.

Andi menyebut, setiap tenaga kesehatan di Indonesia wajib memahami kontribusi Program JKN-KIS ini sangatlah besar, seperti menurunkan angka kemiskinan, menggerakkan perekonimian, meningkatkan askes terhadap pelayanan kesehatan serta meningkatkan angka harapan hidup dengan poin 2,1 di tahun 2019.

“Bahkan berdasarkan data yang kami himpun hadirnya Program JKN-KIS ini turut serta dalam menurunkan porsi out of pocket atau banyaknya uang yang perlu kita korbankan untuk mendapatkan suatu manfaat pelayanan kesehatan dari 47 persen pada tahun 2013 menjadi 31,9 persen pada tahun 2018,” ujar Andi.

Senada dengan yang disampaikan Andi Ashar, salah satu peserta kuliah umum yang juga melaksanakan sumpah dokter terkesan dengan materi kuliah umum yang disampaikan. Arul S mengungkapkan dirinya semakin bersemangat dalam melayani masyarakat setelah memperoleh pandangan yang lebih luas mengenai Program JKN-KIS ini.

“Saya berpandangan Program JKN-KIS ini sangat bagus bagi masyarakat luas, terutama JKN-KIS banyak sekali memberikan kemudahan dalam berbagai fiturnya dalam aplikasi Mobile JKN seperti pengaksesan data kepesertaan, pindah FKTP dan kemudahan janji dengan dokter,” tuturnya.

Sebagai lulusan mahasiswa kedokteran, Arul berharap BPJS Kesehatan agar terus menyempurnakan sistem pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya peserta JKN-KIS. Sehingga pelayanan yang di peroleh oleh peserta bisa sedemikian memberikan kualitas yang prima baik di tingkat FKTP maupun FKRTL. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *