in

Boyong UKM ke Palembang, Ide Jateng Dinilai Brilian

PALEMBANG (jatengtoday.com) – Ajang UKM Dekranasda Jateng Expo 2019 yang diselenggarakan di Atrium Palembang Indah Mal 8-10 November 2109, benar-benar dimaksimalkan pelaku UKM untuk menciptakan pasar baru. Mereka berlomba mencari cara untuk menggaet jejaring maupun konsumen.

Suwanto misalnya, pelaku UKM asal Prambahan Klaten ini memberikan jam dari limbah kayu sawo kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sumatera Selatan Dodi Reza Alex yang menjadi narasumber talkshow “Merajut Asa di Bumi Sriwijaya”, Sabtu (9/11/2019). Padahal biasanya jam itu dipasarkan seharga lebih dari Rp 700 ribu.

“Ini saya berikan untuk Bapak. Saya berharap, jam ini bisa Bapak pakai di setiap acara,” ujarnya.

Apa yang Suwanto lakukan bukannya tanpa strategi. Jika jamnya digunakan Dodi yang memiliki banyak relasi, diharapkan semakin banyak orang yang mengenal produknya, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan omzetnya.

Pemberian Suwanto mendapat apresiasi dari Dodi yang saat ini menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin. Dia bahkan rela di-endorse untuk memasarkan produk jam kayu tersebut tanpa bayaran.

“Tidak apa-apa saya jadi endorse. Ke mana-mana saya pakai ini, pasti pada tanya, belinya di mana. Ini memberi nilai lebih, tidak hanya produk, keunikan produk yang memanfaatkan limbah, tapi juga pemasarannya,” kata Dodi.

Dia juga menilai, UKM Dekranasda Jateng Expo 2019 merupakan langkah cerdas untuk memromosikan produk UKM. Pemilihan lokasi di luar provinsi, dapat lebih memperluas area pemasaran.

“Ini ide yang sangat brilian dari Jateng. Mereka berusaha penetrasi pasar ke Sumsel, membawa 60 UKM untuk memasarkan produknya. Sumsel juga bisa meniru cara itu,” tandasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati menjelaskan, pameran tersebut memang sengaja digelar di luar provinsi untuk memperluas pemasaran. Tak sekadar jualan, pihaknya juga berupaya mempertemukan pelaku UKM dengan buyer dari Sumatera Selatan dan sekitarnya. Sehingga, usai ekspo, transaksi akan terus terjalin.

“Para UKM peserta ekspo ini juga sudah menemukan partner kerja. Ada yang berpartner dalam bahan baku, ada pula yang menjadi reseller. Ini yang kami harapkan, jadi transaksinya tidak berhenti saat ekspo ini saja,” jelasnya. (kom)

editor : tri wuryono

Ajie MH.