in

Bos Penyalur Pekerja Migran Dinyatakan Bebas Murni oleh Pengadilan

Ambok Endang Pagala sempat dituntut pidana penjara selama 2,5 tahun oleh jaksa

Ambok Endang Pagala pimpinan PT PSD (kedua kiri) bersama tim penasihat hukumnya usai menghadiri sidang vonis di pengadilan. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Bos penyalur pekerja migran Indonesia (PMI), Ambok Endang Pagala divonis bebas murni oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (14/12/2023).

Majelis hakim menyatakan terdakwa Ambok Endang Pagala selaku pimpinan PT PSD tidak terbukti menarik biaya pungutan untuk penempatan calon TKI ke Hongkong.

Ketua majelis Setyo Yoga Siswantoro menilai, berdasarkan fakta persidangan, alat bukti dan saksi-saksi yang dihadirkan tak ada yang mendukung dakwaan jaksa penuntut umum.

Selain menyatakan bebas demi hukum, majelis juga memulihkan hak-hak hukum terdakwa, mengembalikan barang bukti, serta membebankan biaya perkara ini kepada negara.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa Ambok Endang Pagala bisa tersenyum lega. “Dari awal penyidik ngotot mentersangkakan saya. Sekarang nyatanya tidak terbukti, saya bebas murni,” ujarnya.

Penegak Hukum Diminta Lebih Hati-Hati

Ambok Endang Pagala sempat dituntut pidana penjara selama 2,5 tahun oleh jaksa Kejati Jawa Tengah. Ia juga menjalani masa tahanan kota sejak 5 September 2023.

Perwakilan penasihat hukum terdakwa, Khikmah mengapresiasi majelis hakim yang telah jeli melihat perkara ini bukan bentuk tindak pidana.

Ia menyebut memang tidak ada penarikan biaya hingga merugikan Rp22 juta seperti dakwaan jaksa. “Dalam persidangan tidak ada alat bukti yang mendukung dakwaan,” ungkapnya.

Putusan perkara ini, menurutnya patut dijadikan pembelajaran. Para penegak hukum semestinya lebih cermat dan hati-hati agar jangan memaksakan suatu hal untuk dikasuskan.

Di sisi lain, ia berharap pemangku kebijakan harus mengevaluasi lagi regulasi yang telah dikeluarkan. Supaya ke depan tidak ada lagi yang menjadi korban kriminalisasi seperti kliennya. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar