in

BLT BBM di Blora Disunat Rp 20.000, Begini Komentar Ganjar Pranowo

Ganjar meminta agar polisi menindak tegas jika menemukan kasus pemotongan dana BLT.

Ilustrasi. (pixabay)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Bantuan Langsung Tunai (BLT) kenaikan harga BBM di Kabupaten Blora disunat Rp 20.000 untuk setiap penerima.

Mendapat kabar tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo angkat suara.

Dia menegaskan kepada seluruh aparatur pemerintahan sampai tingkat desa untuk tidak memotong BLT dengan alasan apa pun.

Gubernur berambut putih ini pun meminta agar polisi menindak tegas jika menemukan kasus pemotongan dana BLT.

“Jangan potong BLT untuk alasan apa pun. Saya bilang tindak tegas kalau melakukan itu. Jangan main-main yang urusan rakyat ini,” kata Ganjar usai menghadiri acara di Universitas Diponegoro, Semarang, Selasa (20/9/2022).

Peringatan itu disampaikan Ganjar setelah mendapatkan laporan terkait dugaan penyunatan dana BLT bahan bakar minyak (BBM) di Dukuh Nglego, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Kasus tersebut diduga dilakukan oleh istri perangkat desa sempat dengan modus memotong bantuan sebesar Rp 20.000 per KPM.

“Tadi saya kontak dengan Bupati Blora. Hari ini sudah diperiksa polisi, alasannya tidak tahu. Besok pagi seluruh Kades akan dikumpulkan, dan Bupati Blora minta agar saya ikut bicara dan besok saya akan iku bicara,” katanya.

Kejadian itu sempat viral setelah ada warga yang mengunggah video di media sosial. Video itu berisi seorang wanita yang diduga istri perangkat desa mengumpulkan uang dari warga dengan alasan untuk fotokopi dan beli es. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, istri perangkat desa tersebut memotong dana BLT BBM setelah penerima bantuan menerima uang. Alasan pemotongan tersebut digunakan untuk iuran.

“Ini berlaku untuk seluruh desa. Bukan hanya di Blora. Jangan potong BLT untuk alasan apa pun. Alasannya kemarin adalah untuk iuran, nggak ada itu. Itu menjadi modus saja,” tegas Ganjar.

Ganjar mengatakan akan turun langsung ke Blora untuk memberikan pemahaman kepada seluruh kepala desa. Ia berharap dari kasus itu semua perangkat dapat menjaga integritasnya.

“Kepolisian sudah memeriksa, besok dikumpulkan, mudah-mudahan semuanya paham,” katanya.

Informasi terakhir, uang hasil pemotongan dana BLT BBM itu sudah dikembalikan. Hal itu dilakukan setelah kepolisian turun untuk melakukan penyelidikan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.