in

Bitcoin Bertahan di USD 100.600, Sinyal Rebound ke USD 111.000

Kumpulan token bitcoin (mata uang virtual) ditampilkan dalam ilustrasi gambar ini diambil 8 Desember 2017. (antara/reuters/Benoit Tessier)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Bitcoin (BTC) mempertahankan level USD 100.600 pada 8 November 2025 setelah koreksi mingguan, dengan sinyal rebound jangka pendek muncul dari outflow exchange dan RSI oversold di 30,81. Dalam 10 jam terakhir, BTC naik 0.4 persen, sementara Ethereum (ETH) bertahan di atas USD 4.000 di tengah ekspektasi hard fork Fusaka awal November. Kapitalisasi pasar kripto total mencapai USD 3,71 triliun, dengan Fear & Greed Index di 33 (fear) dan dominasi BTC turun ke 54,2 persen.

Proyeksi ini didukung oleh pola historis pasca-koreksi Fed, di mana BTC rata-rata naik 15 persen dalam dua minggu, ditambah inflow ETF USD 10-15 miliar yang diprediksi. Data CoinDesk menunjukkan volume perdagangan melonjak 20 persen, dengan support kunci di USD 100.000 dari akumulasi institusional.

“Bitcoin kembali ke USD 100.000 seperti yang diuraikan dalam laporan Bear Market Watch kami, dengan kondisi oversold menandakan peluang beli jangka pendek meskipun tekanan downside berlanjut,” kata analis 10x Research dalam update November 2025. “Outflow exchange BTC mencapai USD 8 miliar minggu ini, sementara funding rate negatif ETH menandakan potensi short squeeze ke USD 4.200,” tambah Ki Young Ju, CEO CryptoQuant. TVL DeFi Ethereum melebihi USD 72 miliar, memperkuat rotasi ke altcoin seperti Solana yang naik 2 persen.

Kripto November 2025 menjanjikan dinamika pemulihan yang berliku, di mana ketangguhan bertemu inovasi untuk membentuk horizon baru. [dm]