in

Bikin Bau dan Banyak Kutu, Warga Desak PT Havindo Pakan Optima Ditutup

Sejumlah warga melakukan demo di Balaikota Semarang menuntut pabrik PT Havindo Pakan Optima ditutup.
SEMARANG (jatengtoday.com) – Ratusan warga Kelurahan Bambankerep, Ngaliyan, Semarang bersama para karyawan PT Petropack Agro Industries menggeruduk Balai Kota Semarang, Rabu (25/4). Mereka mendesak agar operasional PT Havindo Pakan Ternak Optima ditutup.

Mereka geram karena pabrik pakan ternak tersebut telah bertahun-tahun mencemari lingkungan. “Kami mendesak agar PT
Havindo Pakan Ternak Optima ditutup, sejak 2016, pabrik pakan ternak itu mencemari lingkungan,” kata Koordinator Aksi, Michels Roland Zoro.

Dikatakannya, sejauh ini pencemaran lingkungan akibat operasional PT Havindo Pakan Ternak Optima semakin parah.
Banyak kutu berterbangan menyerang permukiman, bau menyengat, hingga mengganggu aktivitas warga di sekitarnya. “Padahal Wali Kota Semarang telah mengeluarkan SK (surat keputusan) mengenai penutupan operasional. Namun hal ini tidak digubris,” katanya.

Kegiatan industri di Kawasan Industri Candi Blok 11 C, Kelurahan Bambankerep, Ngaliyan itu sama sekali tidak memikirkan kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. “Tentu saja ini mengakibatkan pencemaran lingkungan hingga berdampak penyebaran penyakit,” katanya.

Mereka melakukan orasi dan menuntut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi agar segera menindaklanjuti penutupan PT Havindo Pakan Ternak Optima. Mereka datang ke Balai Kota Semarang diangkut dengan empat unit bus dengan pengawalan aparat kepolisian.

Para warga dan ratusan karyawan pabrik membentangkan berbagai spanduk dan poster. Di antaranya bertuliskan Pencemaran Lingkungan= Kejahatan, Hama Kau Bina! Warga Dilema, Tegakkan SK Pencabutan Ijin Lingkungan. Beberapa perwakilan melakukan orasi di atas panggung mini menggunakan sound system.

Ini bukan protes pertama kali, sebab telah berkali-kali dilakukan protes. Bahkan sejauh ini Pemkot Semarang telah merespons warga, sehingga diterbitkan Surat keputusan Wali Kota Semarang bernomor.660.1/3183/B.IV/VI/2017 tentang pengenaan sanksi administrasi lingkungan hidup kepada pimpinan PT Havindo Pakan Ternak Optima tertanggal 8 Juni 2017.

“Akan tetapi setelah terbitnya surat keputusan wali kota tersebut, sama sekali tidak diindahkan maupun dilaksanakan oleh PT Havindo Pakan Optima,” katanya. (abdul mughis)

editor : ismu puruhito